Beranda Pendidikan Rektor BiU Setuju Wacana Tutup Prodi Tidak Relevan
Rekor Bina Insani University (BiU) Kota Bekasi, Indra Muis. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rekor Bina Insani University (BiU) Kota Bekasi, Indra Muis, setuju dengan wacana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisanintek) terkait penutupan program studi (prodi) yang dianggap tak relevan dengan industri.
“Ya, kami sangat setuju dengan wacana itu,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Menurut Indra, perguruan tinggi dapat menutup prodi jika sepi peminat atau lulusannya tidak terserap di dunia kerja.
“Perguruan tinggi bisa melakukannya ketika prodi yang ada sepi peminat dan lulusannya tidak terserap di dunia kerja,” tuturnya.
Indra mengatakan, kondisi tersebut juga terjadi di BiU, terutama pada program diploma (D3) yang kini kurang diminati. Ia menilai preferensi calon mahasiswa telah bergeser ke jenjang sarjana (S1).
“Kalau di perguruan tinggi kami yang sepi peminat prodi D3, karena preferensi pasar ada pada S1,” ucapnya.
Ia menambahkan, penutupan prodi seharusnya diikuti dengan pembukaan program baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
“Jadi, ada penganti untuk prodi yang hilang. Contoh, kami tutup prodi D3 Manajemen Informatika, sebagai gantinya kami buka prodi Sarjana Bisnis Digital,” terangnya.
Indra menyebut, wacana ini mencuat setelah pernyataan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, Kamis (23/4).
Dalam forum tersebut, Badri meminta perguruan tinggi berani menyeleksi prodi yang perlu ditutup untuk menekan kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri.
Meski demikian, kementerian menegaskan penutupan prodi bukan langkah utama, melainkan opsi terakhir setelah upaya transformasi tidak membuahkan hasil. (dew)

6 hours ago
10

















































