Polisi Upayakan Diversi Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMAN di Kota Bekasi

7 hours ago 13

Beranda Metropolis Polisi Upayakan Diversi Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMAN di Kota Bekasi

ILUSTRASI: Kantor Polres Metro Bekasi Kota. FOTO: HUMAS POLRES

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan dua siswi SMAN di Kota Bekasi belum menemui titik terang. Polisi masih mengusut perkara ini, sembari membuka opsi penyelesaian lewat jalur diversi.

Kepala Satuan PPA-PPO Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dengan memeriksa pelapor, saksi, hingga terlapor.

“Semua pihak sudah dimintai keterangan. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya, Selasa (14/4).

Langkah berikutnya, polisi berencana mempertemukan kedua belah pihak. Mengingat para pihak masih berstatus anak, penanganan kasus mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), termasuk kemungkinan mediasi.

“Agenda selanjutnya kemungkinan dilakukan mediasi atau diversi sesuai SPPA,” katanya.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi untuk memberikan pendampingan, termasuk dukungan psikologis kepada kedua siswi.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan kekerasan yang menempatkan siswi kelas X berinisial EQ sebagai terlapor terhadap kakak kelasnya, AN. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pihak EQ juga melayangkan laporan balik terkait dugaan perundungan.

Polisi menegaskan akan menindaklanjuti seluruh laporan yang masuk untuk mengurai rangkaian peristiwa secara utuh.

“Semua laporan kami proses. Apakah sebelumnya ada kekerasan atau perundungan, itu akan kami dalami,” tegas Rosdiana.

Sementara itu, Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke sekolah untuk menelusuri kronologi kejadian. KPAD juga telah berkoordinasi dengan kepolisian guna mendorong penyelesaian yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Kami akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mencari solusi terbaik dengan pendekatan yang tepat bagi anak,” tandasnya. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |