Pilkades Tambun Selatan Punya 200 Ribu Pemilih, Sumberjaya Paling Banyak

4 hours ago 8

Beranda Berita Utama Pilkades Tambun Selatan Punya 200 Ribu Pemilih, Sumberjaya Paling Banyak

AMANKAN KOTAK SUARA: Petugas kepolisian mengawal kotak suara untuk dikirim ke Kantor Desa di Stadion Mini Setiamekar, Tambun Selatan, Minggu (20/9/2026). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian karena jumlah pemilihnya yang sangat besar.

Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, mengungkapkan terdapat sekitar 200.000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di delapan desa. Desa Sumberjaya dan Desa Setiamekar menjadi dua wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak.

Berdasarkan pendataan, DPT Desa Sumberjaya mencapai hampir 57.000 pemilih. Sementara Desa Setiamekar memiliki lebih dari 41.000 pemilih.

Sopian mengatakan, jumlah DPT yang besar menjadi salah satu tantangan dalam proses pemutakhiran data pemilih. Pasalnya, masih ditemukan data warga yang sudah meninggal maupun warga yang belum terdaftar.

“Cuma memang kadang-kadang ya di DPT-nya ini, karena sekarang 1 desa misalnya ada 41.000 kan, melihat DPT ada yang terdaftar ada yang belum, mungkin di situ. Terus ada yang meninggal ada yang enggak tuh masih ada, kadang-kadang itu yang agak rawan di situ,” ungkap Sopian Hadi, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, proses verifikasi data di lapangan bahkan kerap berlangsung hingga dini hari untuk memastikan hak pilih warga terpenuhi sekaligus mencegah persoalan saat pemungutan suara.

Untuk memudahkan proses pemungutan dan penghitungan suara, pemilih di desa dengan jumlah DPT besar dibagi ke dalam sejumlah TPS. Setiap TPS dibatasi maksimal 500 pemilih.

BACA JUGA: Sembilan TPS Dipusatkan di Lapangan Bumi Sani Permai, Konsep Pilkades Setiamekar Dinilai Bisa Jadi Percontohan

“Contoh misalnya Desa Setiamekar ada 41 ribu lebih DPT. Saya pikir ribet lagi kan (kalau 1 TPS). Per 500 tinggal adu aja nanti di desa masing-masing. Saya pikir kan tinggal ngitung cepat, mudah-mudahan enggak ada apa-apa,” tambahnya.

Di sisi lain, Sopian mengakui kontestasi Pilkades kerap memiliki dinamika tersendiri karena melibatkan hubungan kekerabatan dan antarwarga yang dekat. Menurutnya, potensi perselisihan salah satunya dapat muncul dari persoalan pemutakhiran data pemilih.

Meski kondisi wilayah secara umum terkendali, ia berharap para pasangan calon (paslon) dan tim sukses dapat menerima hasil pemungutan suara dengan lapang dada demi menjaga kondusivitas.

“Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri, menahan diri dalam ya udah legowo, siapa pun milik rezekinya ya nanti dia dapat itu aja,” tutupnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |