Pergerakan Pemudik di Kabupaten Bekasi Diprediksi Dua Gelombang

2 hours ago 7

Beranda Cikarang Pergerakan Pemudik di Kabupaten Bekasi Diprediksi Dua Gelombang

ILUSTRASI: Pengendara melintasi Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Rabu (11/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Bekasi diprediksi tidak akan menumpuk dalam satu waktu. Pergerakan pemudik diperkirakan terbagi dalam dua gelombang. Pola ini dipicu dimulainya libur sekolah serta penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, mengatakan lonjakan volume kendaraan kemungkinan mulai terasa pada Jumat (13/3).

“Kami prediksi Jumat (13/3) sudah ada peningkatan volume lalu lintas. Kemudian berlanjut Sabtu dan Minggu sebagai gelombang pertama. Kami sudah lakukan penempatan personel seiring dengan dimulainya Operasi Ketupat 2026,” kata Sugihartono, Rabu (11/3)

Menurutnya, gelombang pertama diperkirakan didominasi orangtua siswa yang memanfaatkan awal libur sekolah, karyawan yang mengambil cuti lebih awal, serta aparatur sipil negara yang memanfaatkan kebijakan WFA.

“Jadi penerapan WFA sendiri sudah dikaji di mana salah satunya untuk menguraikan kemacetan pada arus mudik, sehingga dibagi tidak hanya di satu waktu,” tambahnya.

Adapun gelombang kedua diprediksi terjadi mendekati hari raya, sekitar H-2 Lebaran. Di Kabupaten Bekasi, terdapat dua jalur utama yang menjadi urat nadi pergerakan pemudik.

Untuk kendaraan roda empat ke atas, pemudik umumnya menggunakan Tol Jakarta–Cikampek. Sedangkan pengendara sepeda motor banyak memilih jalur arteri, yakni Pantura dan Jalan Inspeksi Kalimalang.

Meski pengelolaan Tol Jakarta–Cikampek berada di bawah kewenangan Korlantas Polri, Polres Metro Bekasi tetap melakukan pemantauan intensif, terutama di jalur arteri yang menjadi fokus pengamanan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data tahun lalu, lebih dari 200 ribu pemudik sepeda motor melintasi jalur arteri Bekasi saat arus mudik. Untuk mengantisipasi kepadatan, belasan pos pengamanan dan pos pantau telah disiapkan, di antaranya Pos Terpadu Gedung Juang 45 Tambun, Simpang Legenda, Pasar Induk Cibitung, Simpang SGC, Kedungwaringin–Karawang, Rest Area KM 19A/B, KM 39, Terminal Kalijaya, serta Stasiun Cikarang.

“Namun dengan adanya penguraian libur sekolah, WFA dan sebagainya tidak terjadi pergerakan pemudik di satu waktu. Sehingga tidak terjadi kepadatan karena lebih terurai,” terang Sugihartono.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan penertiban putaran balik (u-turn) di Jalur Pantura Bekasi–Karawang akan segera dilakukan. Dari sekitar 30 titik putaran arah yang ada, beberapa di antaranya akan ditutup menggunakan water barrier atau secara permanen.

“Ketika puncak mudik ditutup, sedangkan jika landai bisa dibuka,” tutup Agus. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |