Pengusaha Muda Patrick Ramaikan Bursa Bakal Calon Ketua Kadin Bekasi

9 hours ago 14

Beranda Cikarang Pengusaha Muda Patrick Ramaikan Bursa Bakal Calon Ketua Kadin Bekasi

Patrick Saimartua S (depan keduu dari kiri) bersama jajarannya. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pengusaha muda ikut meramaikan bursa bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi periode 2026–2031. Pemilihan ketua akan berlangsung dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kadin Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan pada 8 Juni 2026.

Pengusaha tersebut adalah Patrick Saimartua S, lahir pada 31 Mei 1993. Meski baru berusia 33 tahun, ia telah dipercaya menduduki tiga posisi kepemimpinan strategis sekaligus.

Ia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Graha Mekatama Telindo Group, Direktur Utama PT Waterindo Primatech Bekasi, perusahaan yang bergerak di sektor vital di wilayah Bekasi, serta Direktur PT Kombat Global Mandiri.

Bagi Patrick, memimpin tiga perusahaan di sektor infrastruktur, engineering, dan perdagangan di Kabupaten Bekasi yang merupakan kawasan penyangga ibu kota, menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ia menilai usia muda bukanlah keterbatasan, melainkan keunggulan kompetitif untuk bergerak cepat di tengah dinamika industri yang berubah pesat.

“Generasi muda tidak bisa hanya jadi penonton. Kita harus masuk ke ruang keputusan, bawa ide baru, tapi tetap pegang prinsip tata kelola yang baik,” kata Patrick, Selasa (2/6).

Langkah Patrick menuju level direksi tidak ditempuh secara instan. Sebelum dipercaya memegang tongkat komando sejak Juli 2023, ia memulai karier dari bawah. Perjalanannya dimulai sebagai Divisi Marketing PT Komet Konsorsium pada 2012, hingga kemudian menjabat Procurement PT Mekatel Engineering pada 2022.

Ia menempuh pendidikan di Global Jaya International School, Tangerang (1998–2011), sebelum melanjutkan studi Sarjana Manajemen Pemasaran di Universitas Pelita Harapan pada 2011.

Patrick kemudian melanjutkan pendidikan ke Australia untuk meraih gelar Master of Commerce jurusan Marketing & Finance di University of Western Australia (UWA) pada 2016–2018. Di sana, ia juga dipercaya sebagai Wakil Presiden PPIA Western Australia 2017–2018 sekaligus lead organizer acara kebangsaan “Serenata”.

“UWA ngajarin saya cara berpikir berbasis data, tapi juga etika bisnis. Di sana saya belajar, pemimpin yang bagus itu yang bisa jembatani kepentingan perusahaan, karyawan, dan negara,” tambahnya.

Patrick menekankan, kunci keberhasilannya di dunia korporasi terletak pada kepercayaan terhadap tim serta penguatan sistem operasional, bukan pada kontrol yang berlebihan. Ia mengaku harus mengelola tiga perusahaan sekaligus dengan tuntutan efisiensi tinggi.

“Mengelola tiga perusahaan sekaligus itu tantangannya diprioritas dan delegasi. Saya percaya pada tim. CEO yang baik bukan yang kerja paling keras tapi yang bisa bangun sistem supaya perusahaan jalan tanpa dia mikro-manage,” tutur Patrick.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam dunia usaha. Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, kepatuhan terhadap prinsip transparansi menjadi hal mutlak agar industri, termasuk di Bekasi, tetap dipercaya dan diminati investor.

“Anak muda sekarang cerdas. Mereka pilih kerja dan beli produk dari perusahaan yang punya value. Jadi kalau kita mau bisnis jangka panjang, GCG itu wajib, bukan pilihan,” katanya

Komitmen untuk membawa perubahan di dunia usaha itu pula yang melatarbelakangi keputusannya bergabung organisasi Kadin. Ia merumuskan tiga target utama yang ingin dicapai.

“Tujuan saya gabung Kadin ada tiga. Pertama, memperluas jaringan bisnis nasional dan internasional. Kedua, berkontribusi langsung memperkuat sektor usaha dan industri Indonesia. Ketiga, ikut jaga iklim usaha yang sehat, beretika dan berkelanjutan,” tutur Patrick.

Sebagai representasi pemimpin muda di jajaran direksi, Patrick berharap kehadirannya dapat menjadi jembatan antara pengusaha senior dan pelaku usaha muda atau startup lokal yang tengah berkembang.

“Kadin bisa jadi tempat ketemunya dua dunia itu. Senior share pengalaman, junior share inovasi. Kalau kolaborasi itu jalan, industri nasional kita bisa naik kelas lebih cepat,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |