Sebulan Berkeringat, Pekerja Proyek Kampung Nelayan Barru Diduga Belum Digaji

11 hours ago 12

​BARRU - Jeritan hati datang dari sejumlah pekerja proyek pembangunan Kampung Nelayan di Lingkungan Matene, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. 

Mereka mengaku belum menerima upah sepeser pun atas pekerjaan yang telah mereka rampungkan selama satu bulan terakhir.

​Keluhan tersebut diungkapkan oleh Komeng, salah seorang pekerja di proyek tersebut. Menurutnya, hak yang seharusnya ia terima bersama rekan-rekannya hingga kini belum juga direalisasikan oleh pihak pengelola proyek.

​"Saya sudah empat minggu belum dibayar. Masih banyak teman-teman yang nasibnya sama, belum dibayar juga, " ujar Komeng kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

​Komeng membeberkan bahwa besaran upah yang tertunggak bervariasi bagi setiap pekerja. Angkanya berkisar antara jutaan hingga belasan juta rupiah, tergantung volume pekerjaan yang telah diselesaikan.

​"Ada yang punya tagihan Rp4 juta, ada juga yang sampai Rp7 juta. Bahkan ada yang lebih dari itu, " ungkapnya.

​Ia menjelaskan, sistem kerja yang mereka jalani adalah sistem borongan. Untuk bagian pekerjaan yang ia tangani, upah dihitung per meter dengan nilai Rp35 ribu.

Keterlambatan yang sudah berjalan selama empat minggu ini pun mulai mencekik dapur para pekerja.

​"Saya asli orang Barru, Pak. Tolong diperiksa di sana. Sampai sekarang belum ada pembayaran, sudah empat minggu ini. Totalnya ada sekitar empat kelompok pekerja yang belum terbayar, " keluh Komeng berharap ada perhatian dari pihak berwenang.

​Guna memastikan validitas informasi tersebut, wartawan melakukan penelusuran ke lokasi proyek pada Sabtu (20/6/2026). 

Namun, pihak pengawas lapangan yang ditemui enggan berkomentar banyak mengenai persoalan upah.

​"Saya di sini hanya bertugas mencatat barang-barang yang keluar masuk, " ujar pengawas yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

​Kondisi ini dibenarkan oleh Alamsyah, warga Matene yang kediamannya dijadikan tempat tinggal sementara bagi sejumlah pengawas proyek.

Alamsyah mengonfirmasi adanya gejolak terkait keterlambatan upah pekerja tersebut.

​"Memang benar, Pak. Kemarin ada pekerja yang mengeluh belum mendapatkan upah, " kata Alamsyah.

​Alamsyah juga memberikan informasi mengenai struktur pengelola proyek. Menurutnya, proyek tersebut awalnya ditangani oleh kontraktor bernama Adi, namun saat ini tongkat estafet tanggung jawab berada di tangan Zainal Abidin.

​Wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada Zainal Abidin melalui pesan singkat terkait keluhan para pekerja ini. 

Meski pesan konfirmasi dinyatakan telah diterima, namun hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor belum memberikan respons atau keterangan resmi apa pun.

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |