Beranda Berita Utama Masuk Kerja dan Hindari Macet, Warga Balik ke Perantauan Lebih Awal
ARUS BALIK: Warga mengendarai sepeda motor usai mudik dari kampung halaman saat melintasi Jalan Teuku Umar, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa (24/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gelombang pertama puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Selasa (24/3), seiring hari pertama masuk kerja pada Rabu (25/3). Di jalur Pantura Kabupaten Bekasi, arus lalu lintas terpantau ramai lancar.
Kendaraan roda dua dan roda empat menuju Kota Bekasi dan Jakarta mulai memadati sejumlah persimpangan. Kepadatan terlihat dari Jalan Rengasbandung di Kedungwaringin, Jalan Raya Fatahillah, Jalan Raya Imam Bonjol, Jalan Raya Teuku Umar, hingga Jalan Diponegoro di perbatasan Tambun Selatan dan Bekasi Timur.
Di jalur pantura Jalan Raya Imam Bonjol, Cikarang Barat, volume kendaraan meningkat pada sore hari, terutama sepeda motor. Sejumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) juga melintas, menurunkan penumpang di beberapa titik.
Warga asal Sumedang, Heri (35), memilih kembali ke perantauan di Jakarta lebih awal untuk menghindari kemacetan. Ia juga berangkat mudik lebih awal pada Lebaran tahun ini.
“Kalau berangkat kemarin macet cukup parah di beberapa titik. Sekarang arus balik lumayan lancar, nggak terlalu tersendat,” kata Heri di Cikarang Barat, Selasa (24/3).
Ia menempuh perjalanan dari Sumedang ke Kabupaten Bekasi sekitar lima jam. Durasi tersebut lebih cepat dibandingkan perjalanan mudik tahun lalu yang memakan waktu lebih lama akibat tingginya volume kendaraan.
“Sekarang sekitar lima jam sudah sampai. Waktu mudik kemarin bisa lebih lama karena padat,” tambahnya.
Selama lima hari di kampung halaman, Heri menghabiskan waktu bersama keluarga untuk merayakan Idulfitri. Namun, ia memilih kembali lebih awal karena harus kembali bekerja pada Rabu (25/3).
“Saya sengaja arus balik lebih dulu biar nggak kena puncak. Besok juga sudah mulai kerja, jadi harus siap-siap dari sekarang,” terang Heri.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kendaraan saat arus balik. Polres Metro Bekasi menyiagakan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta unsur masyarakat.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik.
“Personel sudah kami siagakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Kami juga bersinergi dengan stakeholder terkait untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar,” tutur Sumarni.
Menurutnya, kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Bekasi, baik di jalur tol maupun arteri, masih terpantau lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan.
“Alhamdulillah, untuk saat ini arus lalu lintas masih terkendali. Namun kami tetap siaga mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Ia memperkirakan puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada 26 dan 28 Maret 2026. Lonjakan volume kendaraan diprediksi meningkat seiring kebijakan work from home (WFH) yang memberi fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
“Dengan adanya kebijakan WFH, masyarakat punya pilihan untuk kembali lebih awal atau menyesuaikan jadwal. Ini yang membuat arus balik terbagi dalam beberapa gelombang,” tandas Sumarni. (ris)

6 hours ago
8

















































