Legislator Senayan Desak Perbaikan Sistem Keselamatan Transportasi Buntut Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

2 hours ago 11

Beranda Metropolis Legislator Senayan Desak Perbaikan Sistem Keselamatan Transportasi Buntut Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL yang ringsek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem keselamatan transportasi. Peristiwa yang menelan korban jiwa itu dinilai harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi publik.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan keselamatan pengguna harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik, termasuk pada infrastruktur pendukungnya.

“Transportasi publik itu pertama yang namanya keselamatan para pengguna menjadi hal yang sangat penting. Jadi keselamatan dan jaminan atas keselamatan mereka itu harus ada,” ujar Saan, kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Menurutnya, sistem transportasi harus mampu memberikan rasa aman bagi penumpang secara menyeluruh. Ia juga menyoroti masih rendahnya kedisiplinan masyarakat di perlintasan kereta api.

“Sudah ada peringatan bunyi kereta mau lewat, itu penting untuk dipatuhi. Maka edukasi terkait disiplin masyarakat juga harus terus dilakukan,” katanya.

Selain itu, Saan menyoroti banyaknya perlintasan kereta tanpa palang pintu yang dinilai rawan kecelakaan. Kondisi tersebut, kata dia, harus segera dimitigasi melalui pemetaan tingkat kerawanan di tiap wilayah.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa. FOTO: ISTIMEWA

“Perlintasan yang tidak berpalang itu harus dimitigasi. Semua potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan harus dipetakan, apakah kendaraan yang menerobos atau faktor lainnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, langkah mitigasi perlu disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas di masing-masing wilayah. Untuk kawasan dengan lalu lintas padat, pembangunan flyover atau underpass dinilai perlu diprioritaskan.

“Daerah yang sangat padat sudah harus mulai dipikirkan, apakah dibuat flyover atau underpass. Itu penting karena kalau ada masalah bisa menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan,” jelasnya.

Sementara di wilayah dengan tingkat kepadatan lebih rendah, peningkatan sistem pengamanan di perlintasan tetap harus dilakukan, terutama melalui pemasangan palang pintu yang memadai.

“Yang penting bagaimana palang pintunya bisa lebih menjamin keselamatan,” tuturnya.

Politikus Partai NasDem itu menegaskan keselamatan dalam transportasi bersifat universal dan harus menjadi perhatian utama semua pihak.

“Keselamatan itu tidak mengenal siapapun,” ungkapnya. (pra)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |