KPAD Dorong Dua Siswi SMAN 2 Kota Bekasi Jadi Duta Pencegahan Kekerasan

14 hours ago 16

Beranda Metropolis KPAD Dorong Dua Siswi SMAN 2 Kota Bekasi Jadi Duta Pencegahan Kekerasan

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan dua siswi di SMAN 2 Kota Bekasi masih menjadi sorotan publik. Di tengah proses yang berjalan, Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi (KPAD) mendorong pendekatan berbeda dengan menjadikan keduanya sebagai agen pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan langkah tersebut dipilih sebagai upaya menciptakan perubahan positif dari dalam diri siswa.

“Fokus kami (KPAD) hari ini adalah bagaimana mereka bisa kami jadikan duta pencegahan kekerasan,” kata Novrian, dikutip Senin (27/4).

Menurut dia, keterlibatan langsung siswa dalam upaya pencegahan akan lebih efektif dibandingkan pendekatan satu arah dari pihak sekolah.

“Itu yang pengin saya harapkan sebenarnya. Ini akan jadi role model di sekolah. Karena hari ini pencegahan kekerasan itu harus hadir dari anak-anak,” jelasnya.

KPAD juga mendorong pihak sekolah untuk melibatkan kedua siswi dalam kegiatan kolaboratif yang menanamkan nilai empati dan kebersamaan.

“Mereka harus bareng-bareng, saya juga sudah bilang ke pihak sekolah bikin proyek bareng sama anak-anak ini, sehingga bagaimana anak bisa bekerja bareng, bisa berkolaborasi, punya rasa empati, punya rasa kasih sayang, punya rasa saling berbagi,” tuturnya.

Novrian menilai pengalaman yang dialami kedua siswi tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi siswa lain di lingkungan sekolah.

“Itu akan sangat bisa meresapi bagaimana mereka bisa memberikan value kepada teman-temannya. Mereka juga bisa merasakan hari ini, eh, tadi kepolisian nggak enak lho. Dipanggil polisi nggak enak lho,” pungkasnya.

Diketahui, kasus ini melibatkan dua siswi berinisial EQ (kelas X) dan AN (kelas XI) di lingkungan sekolah tersebut. Peristiwa yang sempat viral itu juga berujung laporan ke pihak kepolisian dari kedua belah pihak.

Masing-masing pihak melaporkan kejadian sesuai dengan versi yang mereka alami. Hingga kini, proses penanganan masih berjalan.

KPAD berharap pendekatan edukatif yang diusulkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah, sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |