Beranda Berita Utama Kesaksian Ayah Korban KRL Bekasi Timur: Anak Saya Dievakuasi Terakhir Setelah Terjepit 10 Jam
Mahfud (74), ayah dari korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang bernama Endang Kuswati (41). Foto: Zakky Mubarok/radarbekasi.id.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Endang Kuswati (41), salah satu korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi setelah dilaporkan sempat terjebak selama 10 jam di dalam reruntuhan gerbong saat insiden tabrakan kereta yang terjadi pukul 20.52 WIB, Senin (27/4/2026).
Mahfud, ayah korban, mengungkapkan dirinya mendapat info sang anak menjadi korban tabrakan sekitar pukul 10.00 WIB malam. Ia menceritakan bahwa anaknya paling terakhir dievakuasi sekitar pukul 06.00 WIB pagi setelah terjepit di lokasi kejadian.
Ia menyebut situasi yang sangat memilukan, di mana sang anak berada di antara korban lain yang sudah meninggal dunia saat proses penyelamatan berlangsung.
“Sekitar jam 6 pagi ya, sekitar jam 6 itu baru dievakuasi terakhir. Anak saya itu dievakuasi terakhir, yaitu dalam keadaan kejepit. Menurut cerita darinya dia tidur sama mayat, di atasnya juga mayat,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi radarbekasi.id di RSUD Selasa (28/4/2026.
Ia mengatakan anaknya menjadi korban kecelakaan setelah pulang dari tempat kerjanya yang berlokasi di Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. “Kebetulan itu dia kerja di Pasar Baru,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mahfud mengungkapkan kondisi saat ini anaknya sudah dalam keadaan sadar. Ia menjelaskan anaknya kini masih menjalani pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.
“Sudah sadar tapi kakinya bengkak, tangan juga bengkak. Ini lagi, dirontgen, namun belum tahu hasilnya bagaimana belum tahu.” jelasnya. (zak)

6 hours ago
11















































