Beranda Cikarang Kehabisan Uang di Bekasi, Dua Pria Asal Medan Dipulangkan Polisi ke Kampung Halaman
DIANTAR KE TERMINAL: Petugas kepolisian mengantar Wahyu dan Sapri yang kehabisan uang untuk kembali ke Kampung halamannya Medan di Terminal Cikarang, Cikarang Barat, Kamis (26/3). FOTO: HUMAS POLRES METRO BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI — Nasib malang dialami Wahyu dan Sapri. Dua pria asal Medan, Sumatera Utara, itu terlantar di Kabupaten Bekasi karena kehabisan uang setelah diduga menjadi korban penipuan kerja. Keduanya akhirnya bisa pulang ke kampung halaman berkat bantuan Kapolres Metro Bekasi.
Keduanya semula merantau dengan harapan memperbaiki ekonomi. Alih-alih mendapatkan pekerjaan yang layak, mereka justru kehilangan penghasilan setelah gaji diduga dibawa kabur oleh mandor. Tanpa uang sepeser pun, mereka tak mampu kembali ke Medan.
Dalam kondisi kebingungan, keduanya mendatangi Polres Metro Bekasi. Di Polres, perhatian mereka tertuju pada spanduk layanan CLBK (Curhat Langsung ke Bunda Kapolres). Dari situlah mereka mencoba mencari bantuan dengan menghubungi nomor yang tersedia.
Dengan penuh harap, Wahyu kemudian mengirimkan pesan singkat melalui layanan CLBK tersebut. Dalam pesannya, ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan kerja hingga terlantar di Kabupaten Bekasi. Ia pun memohon bantuan agar bisa kembali bertemu keluarganya di Medan.
“Saya gak bisa pulang ke Medan karena kehabisan uang yang memang gaji saya dibawa kabur oleh mandor saya. Saya menginap di Masjid Darul Amanah Polres Metro Bekasi,” ungkap Wahyu, Kamis (26/3).
Semangat keduanya kembali muncul setelah aduannya tersebut langung direspons oleh Kapolres Metro Bekasi. Tak berselang lama, anggota Piket Samapta dan Satlantas menghampiri mereka, lalu mengajak ke ruangan untuk diberikan makanan guna menjaga kondisi fisik.
“Terima kasih bu kapolres yang telah membantu kepulangan saya sampai tujuan ke kampung halaman,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni mengungkapkan peristiwa itu bermula saat kedua pria tersebut datang ke Polres dalam kondisi kelelahan dan tanpa biaya.
Ia kemudian menginstruksikan anggota Piket Samapta dan Satlantas untuk memberikan perlindungan serta bantuan. Selain itu, kondisi fisik keduanya juga dipastikan agar tidak kembali terlantar.
“Kedua korban diberikan pelayanan serta bantuan, kemudian difasilitasi untuk diberangkatkan menggunakan bus ALS (Antar Lintas Sumatera) menuju kampung halaman mereka di Medan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi yang pertama terjadi selama libur Lebaran 2026. Sumarni mengingatkan bahwa kantor polisi bukan hanya sekadar tempat melaporkan tindak kriminal, tetapi juga menjadi tempat perlindungan bagi warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi warga,” terang Sumarni.
Kini, Wahyu dan Sapri dapat bernapas lega di atas bus yang melaju menuju kampung halaman. Sumarni menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan di Kabupaten Bekasi. (ris)

9 hours ago
12

















































