HIPPMA Bungku Barat Nilai Pola Rekrutmen Huabao Elitis dan Tak Berpihak ke Warga Lokal

1 month ago 9

MOROWALI, Sulawesi Tengah— Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (HIPPMA) Bungku Barat melontarkan kritik tajam terhadap pola rekrutmen yang dilakukan perusahaan Huabao dalam pembukaan lowongan Staff Executive Bisnis Tambang. Organisasi kepemudaan tersebut menilai persyaratan yang ditetapkan perusahaan cenderung elitis dan tidak mencerminkan keberpihakan terhadap masyarakat lokal di wilayah lingkar tambang.

Sorotan utama HIPPMA Bungku Barat tertuju pada kriteria yang mencantumkan latar belakang pendidikan spesifik dari institusi tertentu. Menurut mereka, syarat tersebut berpotensi mempersempit ruang partisipasi putra-putri daerah yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas industri, namun tidak memiliki akses pendidikan yang sama.

Ketua Umum HIPPMA Bungku Barat, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang proses rekrutmen, melainkan menyangkut rasa keadilan sosial bagi masyarakat lokal.

“Ini bukan hanya soal lowongan kerja, tetapi soal keadilan. Ketika perusahaan hadir dan mengelola sumber daya di daerah kami, sudah seharusnya masyarakat lokal menjadi prioritas utama. Bukan malah dipinggirkan dengan syarat-syarat yang tidak realistis bagi kondisi daerah, ” ujarnya.

Rahmat menilai, standar rekrutmen yang terlalu eksklusif justru berpotensi memperlebar kesenjangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu ketimpangan sosial serta menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Kami tidak menolak kualitas. Kami mendukung peningkatan kompetensi. Tetapi kami menolak ketidakadilan yang dibungkus dalam standar yang sulit dijangkau oleh masyarakat lokal. Kalau perusahaan serius ingin berkontribusi, maka harus ada investasi nyata pada sumber daya manusia lokal, ” tegasnya.

Ia menambahkan, investasi yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk penyediaan lapangan kerja, tetapi juga melalui program pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga kemitraan pendidikan yang membuka peluang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk berkembang dan bersaing secara sehat.

HIPPMA Bungku Barat juga mendesak agar perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perekrutan yang diterapkan.

Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain penghapusan syarat yang dianggap eksklusif dan tidak relevan dengan kebutuhan daerah, pemberian prioritas bagi tenaga kerja lokal, serta transparansi dalam proses dan data rekrutmen.

Selain itu, mereka meminta adanya komitmen yang jelas dari perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas industri pertambangan.

Menurut Rahmat, keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor industri bukan hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menilai, kehadiran industri seharusnya mampu membawa dampak positif yang merata, bukan justru menciptakan jurang baru antara masyarakat lokal dan pihak luar.

“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Sumber daya alam diolah di sini, tetapi manfaatnya tidak dirasakan secara adil. Ini yang kami tidak inginkan terjadi, ” katanya.

HIPPMA Bungku Barat juga membuka kemungkinan untuk mengambil langkah lanjutan apabila tidak ada respons konkret dari pihak perusahaan terhadap kritik dan tuntutan yang telah disampaikan. Langkah tersebut, menurut mereka, merupakan bentuk komitmen dalam memperjuangkan hak dan keadilan masyarakat lokal.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Morowali, isu ketenagakerjaan lokal memang menjadi perhatian berbagai pihak. Banyak kalangan berharap agar perusahaan yang beroperasi dapat mengedepankan prinsip inklusivitas dan keadilan dalam setiap kebijakan, termasuk dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Industri tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Kami berharap perusahaan bisa mendengar dan melakukan perubahan sebelum masalah ini semakin meluas, ” tutup Rahmat.

Terkait hal tersebut, Humas Huabao Asrul yang dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) di nomor +62 823-4589-xxxx belum memberikan penjelasan akan menyampaikan terlebih dahulu ke manajemen.

"Biar saya sampaikan ke manajemen, " balasnya Minggu pagi (03/05/2026).

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |