Heboh IQ Reza Arap 85 Jadi Trending, Ini Penjelasan Psikolog yang Menanganinya

5 hours ago 11

Reza Arap Jadi Bahan Olokan Netizen Gegara Tes IQ. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Reza Arap kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah hasil tes IQ yang ia lakukan saat sesi live streaming Marapthon menunjukkan angka 85. Momen tersebut dengan cepat viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Banyak netizen merasa terkejut dengan angka tersebut. Pasalnya, sebelumnya personel grup musik elektronik Weird Genius itu pernah disebut-sebut memiliki tingkat kecerdasan dengan IQ di kisaran 140 hingga 150.

Perbedaan yang cukup jauh antara angka yang pernah beredar dengan hasil tes saat siaran langsung membuat sebagian pengguna internet melontarkan kritik hingga cemoohan.

Dalam standar psikologi umum, skor IQ 85 sering kali masuk dalam kategori low average atau di bawah rata-rata. Hal inilah yang kemudian memicu berbagai spekulasi dan perdebatan di media sosial mengenai kecerdasan Arap.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak profesional medis yang menangani Arap akhirnya memberikan klarifikasi dari sudut pandang klinis. Mereka menegaskan bahwa hasil tes IQ yang muncul di layar streaming tidak bisa dijadikan tolok ukur kecerdasan sebenarnya.

Menurut penjelasan tim medis, tes tersebut dilakukan saat kondisi mental Arap sedang tidak stabil. Faktor ini dinilai sangat memengaruhi performa kognitif seseorang saat menjalani tes kecerdasan.

Arap sendiri mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat teguran dari psikolog pribadinya karena melakukan tes IQ di depan publik dalam kondisi kesehatan mental yang sedang menurun.

Sang psikolog menjelaskan bahwa tes kecerdasan yang dilakukan saat seseorang mengalami depresi atau tekanan emosional berat cenderung menghasilkan skor yang tidak valid. Hal ini karena kemampuan berpikir, konsentrasi, serta memori dapat menurun drastis ketika seseorang berada dalam kondisi stres berat.

Baca Juga: Sosok Karmia Krissanty Tandjung Nasution, Putri Akbar Tandjung yang Meninggal Setelah Lawan Kanker Payudara

“Tes IQ dalam kondisi kurang fit dan emosional yang belum stabil bisa jadi hasilnya tidak valid,” ungkap sang psikolog melalui pesan yang kemudian dibagikan oleh Arap.

Pihak ahli bahkan menyarankan agar Arap untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di ruang publik guna menghindari pelabelan negatif yang dapat memperburuk kondisi psikologisnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh psikiater yang mendampingi Arap, yaitu Andreas Kurniawan. Ia menilai tes IQ yang dilakukan di tengah masa pengobatan memang tidak dapat dijadikan acuan yang akurat.

Meski demikian, Andreas memilih untuk memberikan dukungan moral kepada Arap agar tidak terlalu memikirkan komentar negatif dari warganet.

“Let them judge. Itu hanya membuat mereka merasa lebih baik, kita tahu itu,” ujarnya.

Dukungan dari tim medis ini menjadi penting karena sebelumnya Arap diketahui telah didiagnosis mengalami Major Depressive Disorder atau depresi berat. Kondisi tersebut sempat membuatnya memutuskan untuk rehat dari aktivitas streaming dan media sosial.

Di tengah berbagai komentar miring dan tudingan yang mempertanyakan kecerdasannya, Reza Arap justru menunjukkan sikap yang cukup tenang. Ia tidak terlibat dalam perdebatan panjang dengan warganet.

Sebaliknya, Arap memilih merespons situasi tersebut dengan cara yang santai. Ia bahkan menyematkan tagar #85 dalam salah satu unggahannya sebagai bentuk penerimaan terhadap situasi yang sedang terjadi.

Sikap ini dianggap banyak pihak sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi tekanan publik. Alih-alih memperpanjang polemik soal angka IQ yang viral, Arap tampaknya lebih memilih untuk fokus pada proses pemulihan kondisi mentalnya.

Baca Juga: Siapa Babel Rizki? Pria yang Foto Bareng Rachel Vennya di Swiss Ini Bikin Netizen Penasaran

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa hasil tes psikologis tidak dapat dilepaskan dari kondisi emosional seseorang saat menjalani pemeriksaan. Tanpa mempertimbangkan faktor tersebut, angka yang muncul bisa saja tidak mencerminkan potensi intelektual seseorang secara sebenarnya.(ce2)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |