Gangguan KRL Pascainsiden Tabrakan Kereta Bikin Angkot Panen Penumpang

4 hours ago 10

Beranda Berita Utama Gangguan KRL Pascainsiden Tabrakan Kereta Bikin Angkot Panen Penumpang

ANGKOT: Penumpang tampak memasuki Elf K-01A. Pascakecelakaan kereta, masyarakat beralih menumpang Elf K-01A yang tersedia di sekitar Stasiun Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gangguan operasional KRL pascainsiden tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, Senin (27/4) malam, langsung menghantam kantong penumpang. Biaya transportasi melonjak, sementara angkutan kota justru panen penumpang.

Sejak Selasa (28/4), penumpang yang biasa mengandalkan KRL hingga Cikarang terpaksa berganti moda berkali-kali. Dampaknya, ongkos perjalanan membengkak hingga hampir lima kali lipat.

Heri (50), warga Karawang Barat, merasakan langsung lonjakan biaya itu. Jika kondisi normal ia hanya mengeluarkan Rp6 ribu untuk perjalanan Karawang–Bekasi, kini ongkosnya bisa tembus Rp10 ribu hingga Rp28 ribu sekali jalan.

“Jauh banget bedanya, lebih mahal, lebih capek juga karena harus pindah-pindah kendaraan,” keluhnya, Rabu (29/4).

Untuk berangkat, Heri harus naik kereta lokal ke Cikarang, lanjut Trans Wibawamukti yang masih gratis, lalu disambung angkot Elf menuju Bekasi. Sementara saat pulang, ia harus merogoh hingga Rp28 ribu setelah naik Elf dari Bekasi ke Cikarang sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi berkah bagi sopir angkutan kota. Deretan Elf K-01A terlihat mengular di sekitar Stasiun Bekasi, menunggu limpahan penumpang yang tak lagi terangkut KRL.

“Sejak kemarin ramai terus, dari pagi sampai malam,” ujar Heru (24), sopir Elf.

Ia menyebut, setiap KRL tiba, lima hingga enam unit Elf langsung terisi penuh dan berangkat membawa penumpang. Dalam sekali jalan, jumlah penumpang bisa mencapai 15 hingga 20 orang, melonjak dua kali lipat dibanding hari normal.

Tarif pun menyesuaikan jarak, dengan ongkos tertinggi mencapai Rp25 ribu untuk rute Bekasi–Cikarang.

“Kalau hari biasa paling sepuluh orang, karena bersaing dengan KRL dan bus,” tambahnya.

Selain angkot, pemerintah juga menyiapkan shuttle bus untuk mengurai penumpukan penumpang. Armada ini melayani rute hingga Bulak Kapal selama KRL masih terbatas hanya sampai Stasiun Bekasi.(sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |