Doa Bersama dan Tabur Bunga di Sasak Kapuk Medan Satria, Kenang Perjuangan KH Noer Alie

10 hours ago 16

Beranda Satelit Doa Bersama dan Tabur Bunga di Sasak Kapuk Medan Satria, Kenang Perjuangan KH Noer Alie

MENGENANG: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto; Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe; Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, sejumlah pejabat, serta masyarakat melakukan doa bersama serta tabur bunga di Sasak Kapuk, Jalan Perjuangan, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Senin (17/8/2026). FOTO: AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejarah perjuangan kemerdekaan di Bekasi tak sekadar tercatat di buku. Di Sasak Kapuk, Jalan Perjuangan, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, jejak pertempuran itu kembali dikenang lewat doa bersama dan tabur bunga dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang digelar warga Bekasi Utara dan Medan Satria tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat Bekasi turut mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan. Tabur bunga berlangsung di lokasi yang menjadi salah satu titik pertempuran pada masa perjuangan kemerdekaan.

Agenda yang digagas anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan Bekasi Utara-Medan Satria itu juga dihadiri Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD Kota Bekasi, sejumlah pejabat, serta masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengatakan, kegiatan tersebut telah memasuki tahun kedua setelah pertama kali digelar pada 2025. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar seremoni HUT RI, melainkan bagian dari upaya merawat ingatan kolektif tentang sejarah perjuangan di Bekasi.

“Sasak Kapuk ini adalah sebuah sejarah yang sangat heroik, bagaimana almarhum Kiai Haji Noer Alie berjuang bersama pasukannya untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Arif, Senin (17/8/2026).

Ia berharap tabur bunga di Sasak Kapuk dapat terus menjadi tradisi tahunan. Bersamaan dengan itu, Arif mendorong pembangunan monumen sejarah Sasak Kapuk agar segera direalisasikan sebagai penanda perjuangan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Rencana pembangunan monumen yang semula ditargetkan pada 2026 terpaksa ditunda karena adanya pembangunan proyek nasional MRT. Arif berharap proyek tersebut dapat dilanjutkan pada 2027 setelah pembangunan MRT rampung.

“Monumen ini salah satu bentuk agar kita bisa mengingatkan kepada anak cucu kita bahwa pernah ada sejarah yang begitu hebat untuk kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Semangat Kemerdekaan dari Jamrud Biru, 85 ODGJ Khidmat Ikuti Upacara HUT RI

Sementara, Ketua Pelaksana kegiatan, Suryo Harjo, menambahkan, doa bersama dan tabur bunga di Sasak Kapuk diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan mengenang pahlawan, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat Kota Bekasi.

Menurutnya, perjuangan KH Noer Alie menjadi bukti bahwa masyarakat Bekasi memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Agenda tabur bunga Sasak Kapuk ini untuk mempersatukan masyarakat Kota Bekasi sekaligus mengingat sejarah perjuangan, seperti KH Noer Ali, bahwa Kota Bekasi juga punya tokoh yang berkontribusi mempertahankan Republik Indonesia agar tetap merdeka,” terangnya.

Suryo memastikan kegiatan tersebut akan dipertahankan sebagai agenda tahunan. Ia berharap tradisi tabur bunga di Sasak Kapuk terus hidup dan menjadi momentum bagi generasi berikutnya untuk mengenal sejarah perjuangan di daerahnya sendiri.

“Ke depan tetap kita pertahankan. Kita jadikan agenda ini sebagai tradisi tahunan untuk melaksanakan tabur bunga,” tandasnya.(pay)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |