Beranda Entertainment Andrie Yunus Sempat Dapat Info Daftar Target Aktivis Sebelum Disiram Air Keras
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras. Foto: Facebook
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus, menyita perhatian publik setelah terungkap bahwa ia sebelumnya telah menerima peringatan mengenai kemungkinan adanya ancaman terhadap dirinya.
Peristiwa yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu terjadi pada Kamis malam (12/32026).
Serangan berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I–Talang, kawasan Senen, Jakarta Pusat, ketika Andrie Yunus baru saja pulang dari menghadiri sebuah diskusi.
Sebelum kejadian, Andrie diketahui baru menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Diskusi tersebut membahas isu sensitif terkait remiliterisasi yang tengah ramai diperbincangkan di kalangan aktivis dan masyarakat sipil.
Topik pembicaraan dalam siniar itu juga menyinggung judicial review terhadap Undang-Undang TNI yang belakangan memicu polemik di ruang publik.
Dalam perjalanan pulang, Andrie Yunus mengendarai sepeda motor seorang diri. Saat melintas di kawasan Salemba, ia tiba-tiba dihampiri oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor dari arah berlawanan.
Pelaku yang duduk di kursi penumpang kemudian menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuh Andrie sebelum keduanya langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Serangan tersebut menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius akibat cairan korosif yang mengenai beberapa bagian tubuhnya.
Pihak KontraS menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi peradangan dari cairan kimia tersebut.
Luka bakar paling parah mengenai area wajah sisi kanan, mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada korban.
Di antara seluruh cedera yang dialami, kondisi paling serius terjadi pada mata kanan Andrie yang saat ini mendapat penanganan khusus dari dokter bedah mata.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Murka ke Peramal, Mbak Rara Justru Bongkar Ramalan Tarot Vidi Aldiano
Tim medis menyatakan Andrie Yunus memerlukan perawatan intensif di lingkungan yang steril guna memaksimalkan proses pemulihan pasca serangan tersebut.
KontraS juga meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi keluarga korban agar dapat fokus mendampingi proses pengobatan dan pemulihan Andrie Yunus.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus ini, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Julius Ibrani, mengungkap fakta bahwa Andrie sebelumnya telah menerima peringatan mengenai ancaman keamanan.
Melalui unggahan di media sosial, Julius membagikan tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan adanya daftar target operasi terhadap sejumlah aktivis.
Percakapan tersebut juga menunjukkan respons Andrie Yunus yang tampak terkejut saat mengetahui informasi tersebut dari rekannya.
“Wah, serius bang? Siapa aja?” tulis Andrie Yunus dalam percakapan yang kemudian diungkap ke publik.
Julius Ibrani menjelaskan bahwa setelah munculnya peringatan tersebut, berbagai bentuk intimidasi mulai dialami oleh sejumlah aktivis yang disebut masuk dalam daftar target.
Ia menyebut adanya teror melalui telepon dan pesan WhatsApp, penguntitan hingga ke rumah, serta pemantauan ketat terhadap kantor organisasi para aktivis.
Selain itu, beberapa aktivis juga dilaporkan pernah dicegat di jalan oleh orang tidak dikenal yang mengajukan berbagai pertanyaan mencurigakan.
Baca Juga: Doktif Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Richard Lee, Diduga Tak Pernah Jadi Mualaf!
“Setelah itu diteror lewat WA atau telepon, dikuntit sampai rumah, kantor dimonitor ketat, dicegat di tengah jalan,” tulis Julius dalam unggahannya.
Menurut Julius, rangkaian intimidasi tersebut akhirnya berpuncak pada serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Sementara itu, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan brutal tersebut. (ce2)

3 hours ago
7

















































