Ular Sanca di Plafon Rumah Paling Banyak Dievakuasi Damkar Kabupaten Bekasi

13 hours ago 12

Beranda Cikarang Ular Sanca di Plafon Rumah Paling Banyak Dievakuasi Damkar Kabupaten Bekasi

EVAKUASI ULAR : Petugas Rescue Dinas Damkar Kabupaten Bekasi mengevakuasi ular, beberapa waktu lalu. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mencatat 325 kasus penyelamatan dan evakuasi sejak Januari hingga 23 Juni 2026. Mulai dari evakuasi ular, sarang tawon, pelepasan cincin, serta berbagai kejadian nonkebakaran lainnya.

Dari total itu, evakuasi ular menjadi yang paling dominan dengan 128 kejadian. Seluruh laporan berasal dari warga yang menemukan ular di sekitar permukiman.

Ketua Tim Rescue Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Mayudi, mengatakan jenis ular sanca paling sering ditemukan dalam laporan evakuasi.

“Dari Januari sampai 23 Juni paling banyak ular yang kita evakuasi berjenis sanca. Sebagian besar lokasi penemuan ular itu ada di atas plafon rumah warga dan kamar mandi,” ujar Mayudi saat dikonfirmasi Radar Bekasi, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan, tingginya temuan ular berkaitan dengan kondisi geografis Kabupaten Bekasi yang rawan banjir. Saat air meluap, ular kerap keluar dari habitatnya untuk mencari tempat yang lebih kering.

“Faktor yang menyebabkan tingginya laporan ular adalah cuaca terutama ketika abis banjir, karena wilayah Kabupaten bekasi sering terdampak banjir,” tambahnya.

Berdasarkan catatan Dinas Damkar, dua wilayah dengan permintaan evakuasi tertinggi berada di Sukatani dan Babelan. Keduanya tercatat sebagai kawasan dengan frekuensi panggilan darurat paling tinggi, baik untuk evakuasi ular maupun penanganan sarang tawon.

Sementara itu, penanganan sarang tawon tercatat mencapai 121 kasus. Mayudi menyebut siklus hidup dan kemunculan koloni tawon dipengaruhi perubahan iklim dan musim.

“Faktor musim sangat mempengaruhi karena kalau musim panas terus-menerus, laporan tawon berkurang,” terang Mayudi.

Selain itu, pihaknya juga melakukan puluhan aksi darurat nonkebakaran lainnya. Tercatat ada 49 kasus pelepasan cincin yang menjepit jari warga, serta 29 kasus evakuasi kategori lain yang tergolong unik dan berisiko tinggi.

Di antaranya pengambilan kunci motor yang terjatuh ke saluran drainase, evakuasi drone yang tersangkut di atap gedung olahraga, hingga tindakan darurat memotong bantalan besi yang terjepit pada kemaluan seorang pria berusia 45 tahun.

Terkait ular, Mayudi mengimbau warga agar tidak menangani sendiri apabila menemukan ular jenis apa pun. Ia meminta masyarakat tetap waspada.

“Apabila melihat ular dipantau pergerakannya dari jauh jangan ditinggal, sambil menghubungi petugas Damkar terdekat agar ketika Damkar datang ularnya mudah untuk dievakuasi,” pungkas Mayudi. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |