Beranda Cikarang Preman Kampung Adu Jotos hingga Nyaris Tikam Pengunjung Minimarket di Tambun
Seorang pria yang dikenal sebagai preman kampung terlibat adu jotos hingga nyaris menikam pengunjung minimarket di Jalan Haji Nausan, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aksi premanisme kembali meresahkan warga Kabupaten Bekasi. Seorang pria yang dikenal sebagai preman kampung terlibat adu jotos hingga nyaris menikam pengunjung minimarket di Jalan Haji Nausan, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara.
Insiden yang terjadi pada Kamis (2/4) lalu itu terekam kamera pengawas hingga viral di media sosial sejak beberapa hari ini.
Rekaman kamera memperlihatkan suasana awal yang tenang di depan gerai. Korban tengah duduk santai di bangku bersama beberapa orang. Ketegangan muncul saat pelaku datang bertiga menggunakan satu sepeda motor.
Salahsatu pelaku mengenakan jaket hitam dan topi, lalu menghampiri kerumunan. Tidak lama kemudian, datang seorang pria berkaus hitam dan bercelana pendek yang sempat berbincang dengan pelaku. Tanpa basa-basi, pelaku langsung memukul pria tersebut.
Korban spontan berdiri dan melawan. Adu jotos pun terjadi hingga ke area parkir. Meski sempat dilerai, pelaku justru semakin beringas dan terus mengejar korban.
Puncaknya terjadi saat pelaku merogoh pinggang lalu mengeluarkan pisau. Senjata tajam itu sempat diacungkan ke arah korban seolah hendak menikam. Merasa terancam, korban akhirnya mundur dan berlari menyelamatkan diri.
Saksi mata Al Farizi (34) mengatakan peristiwa itu bermula saat terduga pelaku berinisial IB datang untuk meminta “jatah” uang preman kepada petugas keamanan. Karena tidak bertemu orang yang dicari, pelaku yang diduga dalam pengaruh minuman keras meluapkan emosi kepada korban berinisial IK.
“Tadinya itu korban ke sini mau beli air, terus pelaku nanyain ayah korban di mana. Dijawab ada di rumah, suruh ke rumah aja kalau ada perlu. Terus pelaku tidak terima, korban dipukul, jadi ribut,” ujar Al Farizi, Senin (6/4).
Menurutnya, terduga pelaku IB kerap memaksa meminta uang kepada para juru parkir. Pelaku disebut menolak jika uang yang diberikan jumlahnya sedikit.
“Pelaku sering minta jatah. Saya pernah ngasih Rp20 ribu, mintanya Rp50 ribu. Saya kan baru jaga, jadi tidak ada, saya kasih Rp20 ribu saja,” katanya.
Akibat kekerasan tersebut, korban IK mengalami luka memar dan robek di bagian wajah. Korban telah melaporkan insiden ini ke pihak berwajib.
“Akibat kejadian kemarin, korban luka memar di wajah dan robek dikit kena batu akik (pelaku),” tambahnya.
Sementara, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti mengungkap bahwa terduga pelaku sudah diamankan. Kini, tengah menjalani pemeriksaan intentif.
“Sudah diamanakan Senin (6/4) dini hari. Lengkapnya nanti kita sampaikan saat rilis,” pungkas Wuriyanti. (ris)

9 hours ago
14

















































