Beranda Berita Utama Pemkot Bekasi Usulkan Bantuan Rp150 Miliar ke Pusat untuk Bangun Underpass Nonon Sonthanie
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengusulkan bantuan anggaran sekitar Rp150 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut masih berjalan. Estimasi anggaran Rp150 miliar itu baru mencakup pembangunan underpass, belum termasuk jalan pendekat.
“Itu anggaran kan kita masih desain ya, kan DED (Detail Engineering Design) dari kita nih, masih berjalan nih. Kalau underpass-nya aja sih sekitar Rp150-an (miliar) ya, belum jalan pendekatnya, bertahap kita pelan-pelan kita laksanakan,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi Senin, (1/6).
Ia menjelaskan, pada 2027 Pemkot Bekasi akan melanjutkan pembangunan jalan pendekat sekaligus mengajukan usulan pembangunan konstruksi underpass kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan.
“Jadi 2027 nanti kita lanjutin pembangunan jalan pendekatnya, sambil kita komunikasi kita mungkin usulan ke Kementerian PU maupun Kementerian Perhubungan untuk bangun underpass-nya. Karena itu kan lahannya lahan Kementerian PU ya,” sambungnya.
Meski begitu, ia mengatakan dalam proyek pembangunan tersebut Pemkot Bekasi memiliki tanggung jawab untuk membangun jalan pendekat saat proyek itu dilaksanakan.
Menurut Idi, Pemkot Bekasi akan fokus menjalankan kewenangan yang menjadi tanggung jawab daerah, yakni pembangunan jalan pendekat menuju underpass.
“Jadi yang penting Pemerintah Kota Bekasi sesuai kewenangan kita, kita jalanin yang menjadi tanggung jawab kita. Untuk jalan pendekatnya tanggung jawab kita, untuk konstruksinya kita usulin ke pusat gitu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Idi memperkirakan proses pembangunan underpass tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan.
“7 sampai 8 bulan untuk estimasi pengerjaan proyek underpass itu,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie direncanakan untuk mengantisipasi dampak proyek double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta api. Proyek ini kembali menjadi perhatian setelah terjadinya insiden tabrakan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Dengan adanya pembangunan underpass tersebut, seluruh perlintasan sebidang di wilayah Kota Bekasi diproyeksikan akan ditutup secara bertahap seiring meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api. (zak)

12 hours ago
14

















































