Beranda Politik DPC PKB Kabupaten Bekasi Era Rochadi Diapresiasi DPP
RANGKAIAN KEGIATAN: Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi periode 2021-2026, Muhamad Rochadi dan Perwakilan DPW PKB Jabar, M.Faizin saat mengikuti rangkaian Muscab. FOTO: KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi periode 2021–2026 mendapat penilaian positif dari DPP PKB.
Apresiasi tersebut diberikan atas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepemimpinan Muhamad Rochadi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Primebiz Cikarang, Sabtu (11/4). Kinerja lima tahun terakhir DPC PKB Kabupaten Bekasi dinilai mencapai 87 persen dan masuk kategori sangat baik.
“Alhamdulillah pelaksanaan Muscab lancar, periode saya di 2021-2026 sudah diterima baik LPJ maupun Renja, kemudian penilaian dari DPP juga baik 87 persen,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Muhamad Rochadi, kepada Radar Bekasi, Minggu (12/4).
Pria yang akrab disapa Bro Adi itu menjelaskan, capaian 87 persen didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya peningkatan kursi legislatif pada Pileg 2024, dari satu menjadi tujuh kursi. Selain itu, aktivitas pengurus di tengah masyarakat yang rutin dilaporkan melalui aplikasi juga menjadi penilaian tersendiri.
Adi menambahkan, pelaksanaan Muscab kali ini berbeda dari sebelumnya. Proses penjaringan hingga penentuan Ketua DPC dilakukan langsung oleh pimpinan partai di tingkat pusat.
“Muscab kali ini berbeda yaitu yang diumumkan hanya penjaringan dari DPP. Finalisasinya kapan, kita tunggu saja semoga hasilnya baik untuk kemajuan PKB di Kabupaten Bekasi,” katanya.
MUSCAB: Jajaran pengurus serta perwakilan DPW dan DPP PKB saat menggelar Muscab DPC PKB Kabupaten Bekasi, Sabtu (11/4). FOTO: KARSIM PRATAMA RADAR BEKASI
Ia juga mengungkapkan, setelah Muscab akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sebanyak dua kali, yakni oleh DPW dan DPP. Proses ini melibatkan tenaga profesional, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.
“Ini semua dilakukan melalui profesional karena memang DPP menghire profesional, bisa dari instansi kampus, bisa dari profesional yang ada,” katanya.
Meski berhasil meningkatkan kursi legislatif, Adi mengaku belum puas. Pasalnya, PKB gagal mengantarkan calon yang diusung menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024. Menurutnya, hasil Pileg dan Pilkada 2024 harus menjadi bahan evaluasi agar pada 2029 mendatang capaian partai bisa lebih baik.
“Alhamdulillah kalau 2024 untuk Pileg kita sudah membuktikan semuanya, nanti di 2029 yang akan datang siapapun yang akan menakhodai DPC Kabupaten Bekasi harus naik, karena enggak mungkin kalau turun, minimal bertahan. Untuk Pilkada pelajarannya yang perlu kita ambil dan pelajari,” katanya.
Ia menegaskan, kemenangan harus diperjuangkan dan tidak datang dengan sendirinya.
“Kemenangan itu harus direbut, harus diusahakan, harus diperjuangkan, karena kemenangan itu bukan warisan atau pun peninggalan. Semoga apa yang sudah kita lakukan hari ini mendapatkan barokah dan berkah untuk DPC Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (adv/pra)

5 hours ago
10















































