RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada Senin (18/5/2026). Dengan keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H dipastikan akan bertepatan dengan Rabu (27/5/2026).
“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat, disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Senin 18 Mei 2026. Dan dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Rabu 27 Mei 2026,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H di Jakarta, Ahad (17/5/2026).
Keputusan penting ini diambil setelah pihak Kemenag menerima laporan hasil rukyatulhilal dari 88 titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Selain kental dengan momentum ibadah penyembelihan hewan kurban, Idul Adha juga menjadi saat yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar.
Merayakan hari yang suci ini tentu terasa kurang lengkap tanpa kehadiran berbagai hidangan lezat berbahan dasar daging sapi atau kambing.
Menyadur rekomendasi dari royco.co.id, berikut adalah 7 ide menu khas Idul Adha yang tidak hanya enak dan mudah dibuat, tetapi juga sarat akan makna tradisi:
1. Gulai Daging
Berasal dari Sumatra, gulai merupakan hidangan kaya rempah yang secara internasional sering disebut sebagai kari ala Indonesia. Ciri khas gulai terletak pada kuah kentalnya yang berwarna kuning pekat.
Warna ini dihasilkan dari perpaduan santan dengan bumbu halus seperti kunyit, ketumbar, lada, lengkuas, jahe, cabai merah, adas, pala, serai, kayu manis, dan jintan. Selain daging sapi atau kambing, gulai juga sering dikreasikan menggunakan ayam, ikan, hingga nangka muda.
2. Oseng Daging
Jika Anda mencari menu yang paling praktis, cepat, dan anti-ribet, oseng daging adalah jawabannya. Hanya bermodalkan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, dan kecap manis, Anda sudah bisa menyajikan hidangan utama yang memikat.
Oseng daging menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis dengan bumbu yang meresap sempurna ke dalam tekstur daging yang empuk.
Baca Juga: Blok M Lagi Gila-Gilaannya! 5 Makanan Viral Ini Rela Bikin Orang Antre Berjam-jam
3. Tongseng
Hidangan berkuah kental khas daerah Solo, Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya ini biasanya menggunakan daging kambing, domba, kerbau, atau sapi.
Daging dimasak di dalam kuah bumbu hingga empuk, lalu diberi tambahan sayuran segar seperti kol, tomat, bawang putih, serta kecap manis. Di momen Idul Adha, tongseng sering kali disajikan berdampingan sebagai teman setia sate kambing.
4. Sate
Sate hampir selalu menjadi menu andalan wajib bagi banyak keluarga saat lebaran kurban. Potongan daging sapi atau kambing terlebih dahulu direndam dalam bumbu marinasi sebelum dipanggang di atas bara api untuk menghasilkan aroma smoky yang khas.
Sate kemudian disajikan bersama siraman bumbu kacang gurih-manis yang terbuat dari kacang tanah halus, gula merah, garam, dan santan.
5. Rawon
Siapa yang bisa menolak kelezatan rawon? Sup yang sempat dinobatkan sebagai salah satu sup terenak di dunia asal Jawa Timur ini memiliki keunikan pada kuahnya yang berwarna hitam gelap, sehingga di luar negeri sering dijuluki Black Soup.
Warna gelap ini berasal dari kluwek, yang dalam sejarahnya di Ponorogo sering dikaitkan dengan budaya magis setempat. Hebatnya, kuliner legendaris ini tercatat telah berusia lebih dari 1.000 tahun!
6. Semur
Bagi masyarakat Betawi, semur memiliki makna mendalam dan wajib hadir di setiap perayaan besar, termasuk lebaran dan pernikahan. Semur adalah teknik merebus daging dalam kuah cokelat pekat yang didominasi oleh kecap manis kedelai hitam, bawang merah, bawang bombay, pala, dan cengkih. Selain daging dan kentang, semur juga sangat nikmat jika ditambah tahu, tempe, atau telur.
Baca Juga: Waspadai Kombinasi Mentimun dengan 5 Makanan Ini, Bisa Ganggu Pencernaan!
7. Rendang
Sebagai salah satu makanan terlezat di dunia, rendang khas Minangkabau dimasak dengan teknik slow cooking (suhu rendah selama berjam-jam) menggunakan santan dan rempah-rempah alami.
Proses lama ini membuat bumbunya memiliki sifat antimikroba alami, sehingga rendang dapat disimpan dalam waktu lama tanpa takut basi.
Jika dimasak dalam waktu singkat dan kuahnya masih berwarna cokelat terang keemasan, hidangan ini disebut dengan kalio. (mna)

10 hours ago
15

















































