Beranda Cikarang 55 Ribu Siswa SD di Kabupaten Bekasi Ikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang
ILUSTRASI: Siswa SD belajar di kelas. Sebanyak 55.686 siswa SD di Kabupaten Bekasi mengikuti ASAJ Tahun Ajaran 2025/2026. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 55.686 siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bekasi mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun Ajaran 2025/2026. Ujian yang digelar serentak di 1.101 sekolah negeri dan swasta itu berlangsung selama sepekan, mulai Senin hingga Jumat, 18–23 Mei 2026.
ASAJ menjadi penanda akhir perjalanan siswa di bangku sekolah dasar. Melalui asesmen ini, sekolah berupaya memotret kemampuan sekaligus perkembangan peserta didik selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.
Di sejumlah sekolah, persiapan pelaksanaan ujian disebut telah rampung. Ruang kelas ditata, pengawasan disiapkan, hingga skema antisipasi bagi siswa yang berhalangan hadir turut disusun.
Kepala SDN Lambangsari 05, Tambun Selatan, Heriyanto, mengatakan sebanyak 56 siswanya siap mengikuti ASAJ tahun ini. Menurutnya, pihak sekolah telah mematangkan seluruh kebutuhan pelaksanaan ujian.
“Alhamdulillah persiapan kita sudah matang. Kita pastikan semua siswa mengikuti tes dengan aman, lancar, dan konsentrasi,” kata Heri.
Pelaksanaan asesmen di sekolah tersebut berlangsung pada 18 hingga 20 Mei. Pihak sekolah, kata dia, juga menyiapkan langkah antisipasi bila ada peserta didik yang sakit.
” Ya mungkin kalau ada yang sakit bisa ikut tes susulan atau dari pihak sekolah jemput bola ke rumah siswa yang memang sedang sakit,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan persiapan secara umum telah dilakukan sejak jauh hari. Menurut dia, pelaksanaan ASAJ bukan agenda baru karena rutin digelar setiap tahun.
“Persiapannya sudah, baik pengawas dan fasilitas anak yang mengikuti ujian,” ucap Imam.
Di tengah kesiapan teknis, Imam juga menitipkan pesan kepada para peserta ujian. Ia meminta siswa tidak hanya mempersiapkan diri melalui belajar, tetapi juga menjaga keseimbangan antara usaha dan pendekatan spiritual.
Menurutnya, menghadapi ujian bukan semata soal kemampuan menjawab soal, tetapi juga soal ketenangan dan kejujuran dalam prosesnya.
“Dalam menghadapi ujian, seimbangkan antara usaha dan tawakal. Tujuan menuntut ilmu bukan hanya mengangkat kebodohan dari diri sendiri, tetapi juga menjaga agama dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya. (and)

11 hours ago
15

















































