Wali Kota Bekasi Minta Camat dan Lurah Jadi Penyelesai Masalah Warga

21 hours ago 11

Beranda Metropolis Wali Kota Bekasi Minta Camat dan Lurah Jadi Penyelesai Masalah Warga

PEMBINAAN: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat, Lurah, dan Aparatur Kewilayahan Kota Bekasi 2026 bertema Menuju Kelurahan dan Kecamatan yang Solid, Harmonis, dan Inovatif dalam Melayani Masyarakat serta Menjaga Kondusivitas Wilayah di Bogor, Sabtu (18/7). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengingatkan seluruh camat dan lurah agar tidak sekadar menjadi pejabat administratif, melainkan hadir sebagai penyelesai persoalan warga. Pelayanan yang lambat, menurutnya, akan langsung memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pesan itu disampaikan Tri saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat, Lurah, dan Aparatur Kewilayahan Kota Bekasi 2026 bertema Menuju Kelurahan dan Kecamatan yang Solid, Harmonis, dan Inovatif dalam Melayani Masyarakat serta Menjaga Kondusivitas Wilayah di Bogor, Sabtu (18/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, seluruh camat, lurah, dan aparatur kewilayahan. Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memberikan arahan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Tri menegaskan aparatur kewilayahan merupakan ujung tombak Pemerintah Kota Bekasi karena menjadi garda terdepan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kecepatan, ketepatan, dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan.

“Camat, lurah, dan seluruh aparatur kewilayahan adalah wajah Pemerintah Kota Bekasi di tengah masyarakat. Saya ingin seluruh jajaran hadir dengan pelayanan yang cepat, responsif, dan mampu memberikan solusi atas setiap persoalan warga,” tegasnya.

Menurut Tri, kompleksitas persoalan di tingkat wilayah menuntut aparatur mampu beradaptasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Ia juga meminta koordinasi antarpemangku kepentingan diperkuat agar setiap program pemerintah berjalan efektif hingga tingkat lingkungan.

Selain pelayanan publik, Tri menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian aparatur. Keberhasilan pembangunan daerah, kata dia, tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Mari bangun budaya kerja yang solid, harmonis, dan inovatif. Jadilah aparatur yang mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan hati. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika pelayanan yang kita berikan semakin baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengajak seluruh aparatur kewilayahan meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjaga stabilitas wilayah sebagai fondasi pelayanan publik yang berkualitas.(pay)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |