Beranda Berita Utama Tanjakan dan Pagar Grand Galaxy City Belum Dibongkar Pengembang, Kepala DBMSDA: Mereka Masih Mau Ketemu Dulu
Tanjakan di gerbang kawasan Grand Galaxy City. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa pembongkaran tanjakan dan pagar tak jauh gerbang kawasan Grand Galaxy City (GGC) belum bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak pengembang lantaran mereka masih meminta penundaan.
“Galaxy kemarin kita udah bikin surat pemberitahuan pembongkaran, mereka masih ‘nawar’,” Idi di Plaza Pemkot Bekasi, pada Selasa (25/5).
Ia mengatakan, dalam waktu dekat Pemkot Bekasi dijadwalkan bertemu dengan pihak pengembang GGC untuk membahas teknis kesepakatan pembongkaran.
“Minggu ini saya jadwal ketemu dengan pihak galaxy ya, untuk kesepakatan pembongkaran seperti apa nih teknisnya,” kata Idi.
Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah memberikan arahan agar pembongkaran segera dilakukan karena bangunan tersebut dinilai tidak memiliki rekomendasi teknis.
Namun, ia mengatakan pihak kawasan GGC disebut masih ingin melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas teknis pelaksanaan pembongkaran tersebut.
“Karena kita dari rapat udah selesai udah kita arahin untuk lakuan pembongkaran, tetapi mereka masih mau ketemu dulu, seperti apa teknisnya nanti,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah memberikan peringatan kepada pengembang kawasan tersebut agar melakukan pembongkaran secara mandiri termasuk membongkar pagar yang tak jauh dari tanjakan lantaran disebut tak mengantongi izin.
Lebih jauh, ia menegaskan apabila dalam dua pekan ke depan belum ada tindakan pembongkaran dari pihak terkait, pihaknya bersama Dinas Tata Ruang akan turun langsung melakukan pembongkaran.
“Kita nyaranin ke mereka, kita arahkan untuk dibongkar mandiri. Saat ini kami masih menunggu, nanti apabila mereka belum melaksanakan pembongkaran ya kita evaluasi lagi, kalau perlu ya memang kita yang turun,” ungkap Idi Senin (11/5).
“Nanti saya koordinasi ke Distaru, mungkin masih seminggu atau paling lama dua minggulah. Kalau memang enggak ada, nanti pemerintah turun,” sambungnya. (zak)

5 hours ago
6

















































