Rupiah Sentuh Rp18.016 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

13 hours ago 15

Beranda Berita Utama Rupiah Sentuh Rp18.016 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Ilustrasi uang dolar bersanding dengan uang rupiah. Foto: Dok/JawaPos.com.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6). Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.016 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 49 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.966 per dolar AS.

Pelemahan tersebut sekaligus membawa rupiah menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS tercatat bervariasi. Sejumlah mata uang berhasil menguat, di antaranya yuan China yang naik 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,23 persen, dolar Singapura bertambah 0,03 persen, yen Jepang naik 0,11 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,35 persen, serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,03 persen.

Berbeda dengan mata uang Asia lainnya, ringgit Malaysia justru bergerak di zona merah. Mata uang Negeri Jiran tersebut tercatat melemah 0,25 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang negara-negara maju juga menunjukkan tren yang beragam. Euro menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris naik 0,05 persen, dan franc Swiss bertambah 0,18 persen. Sementara itu, dolar Australia terkoreksi tipis sebesar 0,01 persen, sedangkan dolar Kanada bergerak relatif stabil.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah memberikan respons terkait pelemahan rupiah yang terus berlanjut terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa bank sentral akan terus memonitor perkembangan pasar keuangan baik global maupun domestik. BI juga memastikan akan tetap aktif di pasar keuangan dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan sektor eksternal.

“BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6). (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |