RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjaga kondusivitas meski berbeda pilihan politik menjadi perhatian dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi. Sebanyak 154 desa mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Pemungutan suara akan dilakukan dengan metode elektronik dan konvensional.
Pada Rabu (9/9) pagi, para calon kepala desa periode 2027-2035 mengambil nomor urut melalui rapat pleno yang digelar panitia Pilkades di kantor desa. Para pendukung turut mengiringi kandidat, seperti terlihat di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.
Nomor urut tersebut menjadi identitas para calon selama masa kampanye hingga pemungutan suara pada 20 September 2026. Bersamaan dengan itu, tim sukses masing-masing kandidat mulai bergerak. Konsolidasi dengan tokoh masyarakat, penguatan relawan, hingga pemetaan basis suara menjadi strategi yang disiapkan menjelang hari pencoblosan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, mengatakan persaingan Pilkades diperkirakan berlangsung ketat. Sejumlah desa memiliki lebih dari dua kandidat dengan basis massa masing-masing.
“Kami berharap dalam pelaksanaan kampanye tetap menjaga kondusivitas meskipun dalam kondisi berbeda pilihan,” ujar Iman, Rabu (9/9).
Untuk metode pemungutan suara, kata Iman, setiap desa akan memiliki satu TPS yang menggunakan digitalisasi. TPS lainnya tetap menggunakan metode konvensional dengan penghitungan manual.
“Metode pencoblosan ada satu TPS yang menggunakan digitalisasi di setiap desa. Dan TPS lainnya tetap manual,” ucapnya.
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, mengatakan Pilkades hendaknya menjadi momentum demokrasi yang berlangsung aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Kontestasi tersebut, kata dia, harus diarahkan untuk memilih pemimpin desa terbaik.
“Agar menjadikan ajang Pilkades ini sebagai ajang kegembiraan bersama, ajang kontestasi mencari kebaikan, mencari pemimpin yang terbaik dari yang ada, dengan mengedepankan rasa kebersamaan, kenyamanan, menjaga keamanan, dan juga menjaga kondusivitas,” ujar Ade.
Ade menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Aturan tersebut menjadi pijakan bersama agar seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami juga berharap semua pihak mengikuti rule of game yang ada. Apa pun nanti yang terjadi, tentu ada aturannya. Maka aturan itulah yang menjadi pijakan kita semua agar proses Pilkades berjalan sesuai harapan,” katanya.
Ia juga mengajak para calon kepala desa dan masyarakat berpartisipasi aktif menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Menurut Ade, keberhasilan Pilkades membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kami mengharapkan semua keterlibatan dan partisipasi masyarakat, baik calon maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dalam pemilihan kepala desa ini, agar Kabupaten Bekasi dalam keadaan yang baik-baik saja,” tuturnya.
Senada, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Enjuk Marjuki, mengimbau warga Nahdliyin mengedepankan demokrasi yang elegan dan menghormati perbedaan pilihan dalam Pilkades.
“Kami dari PCNU Kabupaten Bekasi mengimbau kepada seluruh warga Nahdliyin untuk sama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Bekasi dengan terus berdemokrasi secara elegan. Ada perbedaan pilihan di antara kita, mari saling menghormati dan menghargai,” ungkap KH Enjuk.
Ia juga mengingatkan para kandidat dan pendukungnya menjaga keamanan serta ketertiban. Mereka diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik.
“Kepada seluruh kandidat calon, mari saling menjaga kadernya masing-masing supaya terus menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan saling memprovokasi maupun terprovokasi oleh hal-hal lain. Mari kita jaga kebersamaan dan persatuan,” tegasnya.
Enjuk menilai pemerintah sebagai penyelenggara Pilkades telah melakukan persiapan secara maksimal dan berada dalam posisi netral. Ia berharap sosialisasi mengenai aturan Pilkades terus diperkuat karena kontestasi pemilihan kepala desa bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Saya meyakini pemerintah, dalam hal ini penyelenggara pemilihan Pilkades, sudah maksimal mempersiapkan dan berada dalam posisi netral. Mudah-mudahan sosialisasi aturan-aturan terkait pemilihan kepala desa terus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Yaya Ropandi, mengatakan penetapan calon dan pengundian nomor urut telah dilaksanakan sesuai tahapan pada 9 September 2026.
Lima calon akan memperebutkan kursi kepala Desa Karangasih. Mereka adalah Rudi Rohman nomor urut 1, Samsu Dawam nomor urut 2, Abun Nurhasan nomor urut 3, Budi Ahmadi Harsono nomor urut 4, dan Imam Mastur nomor urut 5.
Menurut Yaya, pengundian nomor urut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tidak terlihat ketegangan di antara para calon karena seluruh peserta Pilkades didorong mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan.
“Suasananya sangat cair, tidak ada tegang-tegangan. Saya mengedepankan kepada para calon bahwa kita sama-sama warga yang ingin memajukan daerah,” kata Yaya.
Ia menilai budaya kebersamaan dan saling menghargai menjadi modal penting agar Pilkades Karangasih berjalan aman dan kondusif.
“Dengan budaya senyum, ini adalah senjata yang paling ampuh. Kita menyaksikan bagaimana suasana keakraban di antara para calon, jauh dari ketegangan. Ini yang saya ciptakan,” ujarnya.
Yaya menargetkan Pilkades Karangasih menjadi salah satu contoh pelaksanaan demokrasi tingkat desa yang mengedepankan persatuan. Ia berharap seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menjaga kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Saya bertekad Pilkades di Karangasih menjadi contoh Pilkades terbaik di Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Jumlah pemilih di Desa Karangasih diperkirakan mencapai sekitar 30.700 orang. Mereka akan tersebar di 58 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Yaya mengatakan panitia saat ini masih menjalankan tahapan pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan daftar pemilih tambahan sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Kurang lebih sekitar 30.700-an dan terdiri dari 58 TPS yang ada di Karangasih,” jelasnya. (oke)

11 hours ago
10

















































