Mark Lee Dikritik Usai Simbol di Kaosnya Disebut Berkaitan dengan Perbudakan dan Kebencian, Agensi Langsung Minta Maaf

2 hours ago 9

Beranda Lifestyle Hiburan Mark Lee Dikritik Usai Simbol di Kaosnya Disebut Berkaitan dengan Perbudakan dan Kebencian, Agensi Langsung Minta Maaf

Potret Mark Lee. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Mark Lee baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah dirinya mendapat kritik dari sejumlah penggemar dan netizen internasional. Kontroversi tersebut muncul setelah idol kelahiran Kanada itu terlihat mengenakan kaus yang menampilkan simbol bendera Confederate dalam sebuah foto yang beredar di media sosial.

Penggunaan simbol tersebut langsung memicu perdebatan karena bendera Confederate memiliki sejarah panjang yang kontroversial di Amerika Serikat. Banyak pihak menilai simbol tersebut berkaitan erat dengan isu perbudakan, diskriminasi rasial, dan gerakan supremasi kulit putih.

Berdasarkan catatan sejarah, bendera Confederate pertama kali digunakan pada masa Perang Saudara Amerika Serikat yang berlangsung pada tahun 1861. Saat itu, bendera tersebut menjadi lambang negara-negara bagian Selatan yang memisahkan diri dari Amerika Serikat dan berjuang mempertahankan sistem perbudakan.

Meski sebagian kelompok menganggap bendera Confederate sebagai bagian dari warisan budaya kawasan Selatan Amerika, simbol tersebut kemudian memperoleh makna yang jauh lebih sensitif pada era modern.

Pada dekade 1950-an hingga 1960-an, bendera ini kembali muncul sebagai simbol perlawanan terhadap gerakan hak-hak sipil yang memperjuangkan kesetaraan ras bagi warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Karena sejarah tersebut, banyak kalangan mengaitkan bendera Confederate dengan rasisme, kebencian, diskriminasi, hingga ideologi supremasi kulit putih. Simbol ini juga pernah digunakan oleh sejumlah kelompok ekstremis yang mendukung pandangan diskriminatif terhadap kelompok ras tertentu.

Kemunculan simbol tersebut pada pakaian yang dikenakan Mark Lee pun memicu reaksi keras dari sebagian penggemar. Banyak yang mengaku kecewa dan mempertanyakan bagaimana simbol yang dianggap sensitif itu bisa muncul dalam penampilan seorang figur publik internasional.

Beberapa penggemar bahkan menyoroti latar belakang Mark Lee yang berasal dari Kanada dan dinilai seharusnya lebih memahami isu-isu sosial yang berkaitan dengan diskriminasi rasial dan simbol-simbol kontroversial.

Menanggapi gelombang kritik yang terus berkembang, agensi Mark Lee, Upper Room, akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada 23 Juni 2026. Dalam pernyataannya, pihak agensi menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penggunaan kaus tersebut.

Mereka mengakui bahwa foto yang beredar menampilkan pakaian vintage yang mengandung simbol yang dianggap bermasalah dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang muncul dalam foto yang baru-baru ini dibagikan,” tulis pihak agensi dalam pernyataannya.

Baca Juga: Gandeng WHO, ENHYPEN Sukses Gerakkan Ribuan Penggemar Global dalam Kampanye Donor Darah

Upper Room menjelaskan bahwa setelah menyadari adanya simbol yang berkaitan dengan kebencian dan diskriminasi pada pakaian tersebut, mereka segera mengambil langkah untuk memastikan simbol itu tidak lagi muncul dalam konten resmi yang berkaitan dengan Mark Lee.

Agensi juga menegaskan akan melakukan evaluasi lebih ketat terhadap seluruh pakaian dan atribut yang digunakan artis mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dalam pernyataan yang sama, pihak agensi menegaskan sikap mereka yang menolak segala bentuk rasisme, diskriminasi, kebencian, maupun intoleransi.

“Upper Room dan artis kami dengan tegas menolak dan tidak mentolerir rasisme, kebencian, diskriminasi, atau bentuk intoleransi apa pun,” tegas mereka.

Menutup pernyataannya, agensi kembali menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terluka atau tersinggung akibat insiden tersebut. Mereka juga berjanji akan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan aktivitas sang artis.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa dengan situasi ini. Kami tetap berkomitmen untuk bertindak dengan lebih bertanggung jawab, sadar, dan penuh perhatian ke depannya,” demikian pernyataan resmi Upper Room. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |