Kota Bekasi Siap Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

7 hours ago 16

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aktivitas arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mulai terasa di Kota Bekasi pada akhir pekan ini. Sebagai salah satu wilayah penyangga Jakarta sekaligus jalur perlintasan penting menuju kawasan Pantura dan Trans Jawa, Kota Bekasi menjadi titik strategis yang harus dipersiapkan secara matang menjelang dimulainya masa angkutan Lebaran pada Jumat (13/3).

Sejumlah pihak mulai dari kepolisian, TNI, hingga Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan perjalanan para pemudik yang melintasi wilayah tersebut dapat berlangsung aman dan lancar. Persiapan dilakukan mulai dari pengecekan kondisi jalan, pemasangan rambu lalu lintas, hingga penempatan petugas di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan.

Total sebanyak 964 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat akan diterjunkan untuk mengamankan jalur mudik di wilayah Kota Bekasi. Ratusan personel tersebut akan disiagakan di sepanjang jalur utama yang menjadi lintasan pemudik, baik di jalan arteri maupun akses menuju jalan tol.

Sebagai pusat pengendalian arus lalu lintas, tiga Pos Pengamanan dan dua Pos Pelayanan akan mulai beroperasi sejak Jumat (13/3). Pos-pos tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas untuk membantu pemudik, mulai dari layanan informasi, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan darurat jika terjadi gangguan perjalanan.
Selain itu, sejumlah posko tambahan juga akan didirikan di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik untuk memperkuat pengawasan serta mempercepat respons petugas apabila terjadi kepadatan kendaraan.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, sejumlah titik rawan kemacetan diprediksi muncul di jalur arteri kota. Kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi di sekitar kawasan pusat perbelanjaan, simpang jalan utama, hingga area pemakaman umum yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sementara di ruas jalan tol, potensi kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi di sekitar rest area yang kerap menjadi lokasi favorit pemudik untuk beristirahat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan seluruh kesiapan teknis akan dipastikan melalui apel kesiapan tingkat kota yang digelar pada Jumat (13/3).

Menurutnya, berbagai langkah persiapan telah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, termasuk pemeriksaan kelaikan kendaraan umum dan pengecekan kesehatan awak bus yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

“Berikutnya adalah penyiapan sarana dan prasarana lalu lintas. Perlu diketahui bahwa jalur mudik di wilayah kita ini ada utara, selatan, dan tengah,” ujar Zeno.
Ia menambahkan bahwa karakteristik arus mudik tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, namun terdapat sejumlah faktor yang perlu diantisipasi, salah satunya kondisi cuaca.

“Secara pola mungkin sama, tetapi karakteristik yang berbeda adalah saat ini masih dalam musim penghujan,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi kelancaran lalu lintas, terutama di beberapa ruas jalan yang rawan genangan air. Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kota Bekasi mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu perubahan signifikan terlihat di sepanjang Jalan KH Noer Alie Kalimalang yang pada masa mudik tahun lalu sempat dipenuhi proyek galian pipa air.

Proyek tersebut sempat menimbulkan hambatan lalu lintas karena sebagian badan jalan digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Namun pada tahun ini, jalur tersebut relatif bersih dari aktivitas proyek sehingga diharapkan tidak lagi menjadi penyebab kemacetan bagi kendaraan yang melintas.

Kondisi serupa juga terlihat di beberapa ruas jalan arteri lainnya seperti Jalan Chairil Anwar hingga jalur menuju perbatasan Kabupaten Bekasi yang saat ini berada dalam kondisi cukup baik untuk dilalui kendaraan pemudik.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Saifuddaulah, menilai kondisi tersebut menjadi faktor positif yang dapat mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, kondisi jalan sekarang jauh lebih baik karena minim proyek galian. Ini tentu membantu kelancaran arus kendaraan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, khususnya pada jalur dari arah Bekasi menuju Jakarta.

“Kalah dari arah Bekasi menuju Jakarta memang ada beberapa titik yang berpotensi agak krodit, tapi kalau untuk arus mudik ke luar kota sepertinya relatif lancar,” katanya.

Saifuddaulah juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kelengkapan fasilitas pendukung lalu lintas, seperti rambu penunjuk arah dan penerangan jalan.

“Rambu-rambu penunjuk arah perlu ditambah karena saya belum banyak melihatnya. Penerangan jalan juga harus dipastikan berfungsi dengan baik karena sebagian besar pemudik melakukan perjalanan pada malam hari,” tambahnya.

Selain pengaturan lalu lintas, aspek kesehatan juga menjadi perhatian dalam persiapan mudik tahun ini. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan menyiagakan tenaga medis serta armada ambulans di sejumlah titik pelayanan bagi pemudik.

Sedikitnya empat pos kesehatan akan beroperasi di lokasi strategis untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan medis selama perjalanan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan selama masa libur Lebaran. Ia mengingatkan agar rumah sakit tetap menjaga standar pelayanan kepada masyarakat meskipun banyak tenaga medis yang mengambil cuti.

“Pengalaman saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin harus menjadi evaluasi. Kami menerima laporan banyak dokter spesialis cuti bersamaan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan layanan,” ujarnya.

Wildan meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, tetap memberikan pelayanan secara maksimal selama periode libur Lebaran.

Di sisi lain, pengelola jalan tol juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi sejumlah titik di ruas Tol Jakarta–Cikampek akan menjadi simpul kepadatan kendaraan. Salah satunya berada di sekitar KM 48 yang dikenal sebagai titik pertemuan arus lalu lintas.

Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallodi, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sering menjadi indikator bagi kepolisian untuk menentukan penerapan rekayasa lalu lintas.

“KM 48 menjadi salah satu titik utama karena di sana biasanya menjadi pertemuan arus kendaraan. Dari parameter volume kendaraan yang melintas, kepolisian dapat menentukan apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way,” jelasnya.

Selain itu, beberapa rest area seperti KM 57A, KM 52B, dan KM 62B juga diprediksi menjadi titik kepadatan karena sering menjadi lokasi istirahat favorit pemudik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola tol menyiapkan skema buka-tutup rest area jika terjadi penumpukan kendaraan.(sur/rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |