Beranda Berita Utama Kepung Patung Kuda, Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tuntut Evaluasi Total Program MBG dan KDKMP
Sebanyak 13 kampus yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan tinggi se-Indonesia (BEM Persatuan Indonesia) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6) siang. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 13 kampus yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan tinggi se-Indonesia (BEM Persatuan Indonesia) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6) siang.
Ketua BEM Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana Sai, yang tergabung dalam aliansi tersebut, mengatakan aksi ini membawa lima tuntutan terkait isu strategis nasional.
Ia menyebut salah satu tuntutan adalah meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
“Kita menuntut kepada pemerintah untuk evaluasi total dari program-program pemerintah yang bersifat populis, seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” ujar Hikmah saat berorasi.
Hikmah juga menekankan pentingnya ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa untuk menyampaikan kritik serta aspirasi terhadap berbagai program yang dijalankan.
“Jadi kepada pemerintah, kita meminta kalian sering bukalah ruang publik seperti diskusi kepada mahasiswa, undang semua mahasiswa, apa yang menjadi memberatkan masyarakat, kritikan masyarakat kepada pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pernyataan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang sebelumnya menyatakan kesediaannya berdialog dan berdebat dengan mahasiswa di forum terbuka.
Menurutnya, pernyataan tersebut perlu dibuktikan melalui kehadiran langsung dalam ruang diskusi bersama mahasiswa agar kritik dan pandangan dapat disampaikan secara terbuka.
“Dan juga saya mengangkat statement dari Wamentan Sudaryono, dia mengatakan untuk bersedia berdebat oleh mahasiswa di forum terbuka. Maka dari itu kami tegaskan, menantang Pak Wamentan Sudaryono untuk hadir di forum terbuka bersama mahasiswa,” pungkasnya.
Lebih lanjut, berikut ini 5 tuntunan yang diminta dalam aksi tersebut:
1. Mendesak Pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi secara komprehensif dan terukur terhadap kinerja setiap lembaga negara, terutama lembaga-lembaga yang dimandatkan untuk melaksanakan program strategis pemerintah serta mengkaji kembali program-program strategis pemerintah di antaranya Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Kelurahan Merah-Putih, dll, agar pelaksanaan dan penggunaan anggaran disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta asas-asas umum pemerintahan yang baik.
2. Mengecam keras insiden persekusi ruang-ruang diskusi karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat yang dianut oleh mahasiswa dan civitas akademika. Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk merawat persatuan.
3. Meminta pemerintah untuk menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi dan memastikan alokasi subsidi tepat sasaran serta mengambil langkah-langkah startegis lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan stabilitas Hukum dan stabilitas ekonommi nasional.
4. Mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak terhasut atau terprovokasi maupun mengikuti ajakan-ajakan untuk bertindak melanggar hukum serta tidak terjebak terhadap informasi sesat yang sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu
5. Meminta pejabat publik hadir sebagai jembatan aspirasi bukan melakukan provokasi ditengah situasi hari ini. Kami juga menagih serta menantang Wamentan Sudaryono untuk hadir berdiskusi dan berdebat dengan mahasiswa menggunakan argumen bukan tempramen. (zak)

9 hours ago
13
















































