Beranda Metropolis Gunungan Sampah Sumur Batu Akan Diolah Jadi Energi
ILUSTRASI: Aktivitas alat berat beroperasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mempercepat persiapan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Tidak hanya sampah baru, belakangan sampah lama yang telah menggunung di TPA Sumur Batu juga akan diubah menjadi energi terbarukan dengan teknologi Pirolisis.
Setelah fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Kota Bekasi juga terpilih menjadi pilot project penerapan teknologi Pirolisis. Awal pekan kemarin Plh Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe meminta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkot Bekasi mempersiapkan lahan pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih memastikan pihaknya saat ini terus mematangkan semua hal yang dibutuhkan untuk persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Tahapan persiapan telah dibahas dalam rapat-rapat bersama pemerintah pusat.
Rencananya, pembangunan akan diresmikan pada 8 Juli mendatang.”Insya Allah serentak tanggal 8 Juli peresmian,” katanya.
Saat ini pihaknya tengah mematangkan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Pihaknya akan berupaya supaya semua persiapan selesai di akhir bulan Juni.
Berbeda dengan PSEL yang akan mengolah sampah baru, teknologi pirolisis akan mengolah sampah lama yang saat ini ada di TPA Sumur Batu.
“Jadi kedepannya Kota Bekasi sudah berpikir untuk semua sampah itu diselesaikan. Gunungannya hilang, sampah yang baru masuk ke PLTSA (PSEL),” ucapnya.
Lahan yang dipersiapkan untuk Pirolisis ini tidak jauh dari TPA Sumur Batu. Saat ini tersedia lahan seluas 4 hektar, Pemkot Bekasi tinggal menambah satu hektar lagi untuk memenuhi kewajiban penyediaan lahan.
“Kita termasuk empat daerah yang siap, kemudian nanti tanggal delapan (Juli) itu Ground Breaking oleh pak presiden. Jadi nanti kita punya dua, satu PSEL, satu lagi yang pirolisis, jadi habis sampah kita,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Idi Sutanto.
Terkait dengan persiapan pembangunan fasilitas PSEL, pihaknya juga telah menyusun dan mengajukan anggaran rencana pelebaran akses masuk ke area PSEL sepanjang 700 meter.
“Kewajiban kita menyediakan akses masuknya, kemarin kita cek, kita mah melebarkan akses masuk sepanjang 700an meter,” tambahnya.
Semua kewajiban pemerintah daerah kata dia, terus dilaksanakan seiring dengan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut. (sur)

18 hours ago
15

















































