Beranda Metropolis Dewan Anton Soroti Emisi Metana TPST Bantargebang Terbesar Kedua di Dunia, Dorong Inovasi Pengelolaan
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, mengungkapkan bahwa pengelolaan emisi metana TPST Bantargebang sebenarnya pernah dilakukan beberapa tahun lalu dengan mengubahnya menjadi energi listrik.
Pernyataan itu disampaikan Anton merespons temuan riset tim Emmett Institute, University of California, Los Angeles (UCLA) School of Law, yang dipublikasikan pada April 2026. Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang tercatat sebagai salah satu penyumbang emisi metana terbesar di dunia sepanjang 2025, dengan produksi sekitar 6,3 ton per jam.
Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah program tersebut masih berjalan efektif.
“Intinya hari ini kita ingin adanya teknologi yang mampu mengurai sampah ini, kita tidak ingin sampah ini hanya sekadar ditumpuk saja, harus ada inovasi,” kata Anton.
Ia juga menegaskan bahwa warga sekitar TPST telah lama menanggung dampak lingkungan, mulai dari bau menyengat hingga potensi gangguan kesehatan. Karena itu, perpanjangan kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang harus disertai komitmen kuat terhadap perbaikan lingkungan dan kesejahteraan warga.
“Harus dilakukan, hari ini pun pemeliharaan lingkungan itu harus, kalau tidak ya sudah selesai,” ujarnya.
Persoalan sampah, lanjut Anton, tidak hanya terjadi di Bantargebang, tetapi juga di berbagai kota di Indonesia. Ia mencontohkan TPA Sumur Batu yang juga menghasilkan gas metana, meski dalam skala lebih kecil.
Ke depan, ia berencana memastikan bahwa metode pengelolaan sampah di Kota Bekasi beralih dari open dumping ke sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Namun, perubahan tersebut membutuhkan waktu panjang, mengingat akumulasi sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.(sur)

3 hours ago
6

















































