Beranda Metropolis Bunda GenRe Bekasi Bekali Siswa Ancaman Paparan Pornografi hingga Perundungan
DIALOG: Bunda GenRe Kota Bekasi, Wiwiek Hargono berdialog dengan siswa di SMAN 3 Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mencegah Seks bebas dan pernikahan dini.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemkot Bekasi memperkuat edukasi ke sekolah-sekolah agar para siswa siap menghadapi ancaman dari paparan pornografi, seks bebas, narkoba hingga perundungan di media sosial.
Langkah pencegahan tersebut dilakukan melalui sosialisasi di SMAN 3 Kota Bekasi, Rabu (19/8). Para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya seks bebas, narkoba, HIV, hingga perundungan atau bullying, termasuk yang terjadi di ruang digital.
Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Bekasi Wiwiek Hargono mengatakan, edukasi tersebut penting untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keberanian mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Sosialisasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya seks bebas, narkoba, kemudian HIV. Kita tahu sendiri kondisi hari ini, pengetahuan yang minim dari pelajar akan menyebabkan terjadinya hal-hal seperti itu,” kata Wiwiek.
Menurut dia, pencegahan pernikahan dini menjadi salah satu fokus program GenRe. Sebab, pernikahan yang terjadi pada usia anak dan remaja berpotensi mengganggu rencana pendidikan serta masa depan mereka.
“Dengan pornografi, kemudian seks bebas, akhirnya terjadi pernikahan dini. Itu yang memutus rencana masa depan mereka,” ujarnya.
Karena itu, Wiwiek mendorong pelajar berani berkata tidak terhadap ajakan yang mengarah pada perilaku negatif dan bertentangan dengan norma.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi Kusnanto Saidi mengatakan, materi sosialisasi tidak hanya menyasar persoalan pernikahan dini. Edukasi juga mencakup pencegahan kehamilan tidak diinginkan, bullying, serta penggunaan media sosial secara bijak.
“Materi besarnya kehamilan yang tidak diinginkan, tapi pintu masuk kehamilan yang tidak diinginkan itu banyak, mulai dari bagaimana penggunaan medsos yang tidak sesuai, kemudian bullying, dan lain-lain,” ungkap Kusnanto.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Bekasi juga menggandeng Densus 88 untuk memberikan edukasi mengenai perundungan, khususnya cyberbullying yang semakin mudah terjadi melalui media sosial.
Kusnanto menegaskan, pengawasan terhadap perilaku anak dan remaja tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Pemahaman mengenai risiko penggunaan media sosial dan lingkungan pergaulan perlu dibangun bersama agar pelajar tidak terjebak dalam perilaku yang dapat merusak masa depannya. (sur)

11 hours ago
14

















































