Beranda Lifestyle Bacaan Niat, Tata Cara Salat Idul Adha, dan Hikmah Kurban Menurut Syariat
Ilustrasi salat berjamaah. Foto:freepik
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Salat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi setiap Muslim. Dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah, ibadah ini menjadi bagian integral dari perayaan Hari Raya Kurban yang melambangkan ketaatan total seorang hamba kepada Sang Khalik.
Bagi umat Islam, Saalat Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan. Ibadah ini adalah momentum refleksi atas nilai keikhlasan dan pengorbanan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain dimensi spiritual vertikal (kepada Allah SWT), Idul Adha memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat Ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Hukum dan Waktu Pelaksanaan
Melansir dari kabmajalengka.baznas.go.id, secara syariat, hukum melaksanakan Shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan).
Dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah syuruq) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.
Berbeda dengan Idul Fitri, Salat Idul Adha disunnahkan untuk dilaksanakan lebih awal. Hal ini bertujuan agar umat Islam memiliki waktu yang lebih luas untuk segera melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban setelah shalat selesai.
Bacaan Niat Salat Idul Adha
Niat merupakan rukun hati yang menjadi syarat sahnya suatu ibadah. Berikut adalah bacaan niat Salat Idul Adha:
Sebagai Makmum:
Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan (Prosedural)
Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan kekhasan berupa tambahan takbir (takbir zawaid). Berikut adalah panduan lengkapnya:
Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah 2026: Menghapus Dosa 2 Tahun, Ini Perkiraan Jadwal, Niat, dan Amalannya
Rakaat Pertama:
-Membaca niat di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram.
-Membaca Doa Iftitah.
-Melakukan takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram). Di sela-sela takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
-Membaca Surah Al-Fatihah dan disunnahkan melanjutkan dengan Surah Al-A’la.
-Ruku’, i’tidal, sujud dua kali, hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
-Melakukan takbir sebanyak 5 kali saat baru berdiri (di luar takbir intiqal).
-Membaca Surah Al-Fatihah dan disunnahkan melanjutkan dengan Surah Al-Ghasyiyah.
-Ruku’, i’tidal, sujud dua kali, hingga Tasyahud Akhir dan Salam.
-Mendengarkan Khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Khatib hingga selesai.
Sunnah-Sunnah Sebelum Salat
BAZNAS mengimbau para jamaah untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW sebelum dan sesudah pelaksanaan shalat, antara lain:
-Mandi besar sebelum berangkat ke tempat shalat.
-Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian (khusus bagi laki-laki).
-Disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat selesai (agar makanan pertama yang disantap pada hari itu adalah daging kurban).
-Mengambil rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat. (mna)

6 hours ago
13

















































