Penerapan Sanitary Landfill di TPA Sumur Batu Dirancang Lebih Ramah Lingkungan

2 hours ago 11

Beranda Metropolis Penerapan Sanitary Landfill di TPA Sumur Batu Dirancang Lebih Ramah Lingkungan

ANGKUT: Warga mengangkut sampah yang masih memiliki nilai ekonomi di TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi resmi mengoperasikan metode sanitary landfill di TPA Sumur Batu sejak akhir Januari lalu. Peralihan dari sistem open dumping ini digadang sebagai langkah besar memperbaiki tata kelola sampah yang selama ini dikeluhkan karena berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Andy Frengky, memastikan fasilitas baru tersebut langsung difungsikan setelah peresmian.

“Sejak diresmikan, sudah langsung dioperasionalkan,” ujarnya.

Metode sanitary landfill dirancang lebih ramah lingkungan karena dilengkapi sistem pengelolaan air lindi untuk menekan potensi pencemaran tanah dan air. Saat ini, area landfill yang tersedia mencapai sekitar 2.200 meter persegi.

Namun, DLH mengingatkan keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada perubahan perilaku warga. Edukasi pemilahan sampah dari sumber terus digencarkan agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan.

“Kami dorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai,” kata Andy.

Peringatan serupa datang dari pegiat lingkungan, Sony Teguh Trilaksono. Menurutnya, tanpa pengelolaan sampah dari hulu, metode secanggih apa pun tak akan bertahan lama menghadapi produksi sampah Kota Bekasi yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

“Kalau tidak ada pemilahan di sumber, tetap saja cepat penuh. Pertanyaannya, dengan volume sampah sebanyak itu, berapa lama landfill baru ini bisa bertahan?” ujarnya.

Sony menilai penguatan bank sampah di tingkat RW menjadi kunci. Dengan skema itu, hanya sampah residu yang diangkut ke TPA, sementara sampah bernilai ekonomi dikelola masyarakat.

“Truk seharusnya hanya mengambil residu. Selebihnya diselesaikan di hulu lewat bank sampah dan pemilahan,” tegasnya.

Pemkot Bekasi kini berpacu dengan waktu: membangun sistem yang lebih sehat bagi lingkungan, sekaligus membangun kesadaran warga agar gunungan sampah tak kembali jadi bom waktu. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |