Beranda Metropolis DPRD Dorong Pemkot Libatkan Madrasah dalam Program Sekolah Gratis
ILUSTRASI: Sejumlah siswa MTs N 2 Kota Bekasi berada di luar kelas, Selasa (15/11). FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi diingatkan agar tidak meninggalkan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), saat menggulirkan program sekolah swasta gratis tahun ajaran 2026/2027.
Diketahui, pemkot bersiap menggratiskan biaya pendidikan di puluhan sekolah swasta yang tersebar di 12 kecamatan untuk memperluas akses pendidikan. Program ini populis ini berlangsung di tengah persoalan kekurangan tenaga pengajar. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengatakan, program tersebut telah dibahas sejak tahun lalu dan kini masih dalam tahap pendalaman.
“Targetnya tahun 2026 sudah bisa berjalan dan dimulai saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027,” kata Wildan, Minggu (8/2).
Wildan mengaku sepakat dengan kebijakan tersebut karena dinilai memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di Kota Bekasi. Namun, ia menekankan agar satuan pendidikan di bawah Kemenag, seperti Madrasah Tsanawiyah, turut dilibatkan.
“Masyarakat Kota Bekasi juga banyak yang memilih sekolah berbasis agama. Ini harus jadi opsi yang diperhitungkan,” ujarnya.
Program ini disambut positif oleh kalangan sekolah swasta. Selama ini, sekolah swasta kerap menjadi pilihan kedua bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, khususnya pada jenjang SMP.
Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, mengungkapkan, setiap kecamatan direncanakan menggandeng sedikitnya tiga SMP swasta untuk mengikuti program sekolah gratis.
“Nantinya setiap kecamatan ada tiga SMP swasta yang digratiskan. Sekolah tidak boleh memungut biaya karena pembiayaannya ditanggung pemerintah daerah,” jelas Ayung.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa keberadaan sekolah swasta masih dibutuhkan untuk membantu pemerintah memenuhi layanan pendidikan.
BMPS memperkirakan lebih dari 1.000 siswa akan terbantu melalui program tersebut. Meski demikian, mekanisme penyaluran anggaran masih akan dibahas lebih lanjut.
“Teknis pembiayaannya apakah bulanan, triwulanan, atau per semester belum dibicarakan. Tapi yang jelas, niat pemerintah sudah sangat baik,” tandasnya. (sur)

3 hours ago
9
















































